Showing posts with label Film Adventure. Show all posts
Showing posts with label Film Adventure. Show all posts

Movie Review : Shutter Island [2010]

Cast : Leonardo DiCaprio (Teddy Daniels), Mark Ruffalo (Chuck Aule), Ben Kingsley (Dr. Cawley), Max Von Sydow (Dr. Naehring), Michelle Williams (Dolores Chanal), Jackie Earle Haley (George Noyce).
Sutradara : Martin Scorsese
Naskah : Laeta Kalogridis dan Dennys Lehane
Tanggal Rilis : 3 Maret 2010 [Indonesia]
Durasi : 138 Menit
Genre : Crime, Drama, Mystery, Thriller,
Tagline : Someone Is Missing
Distributors : Paramount Picture

Review : Akhirnya nonton juga film ini, setelah menunggu lama dan setelah makin penasaran karena membaca ulasan baik dari blog film tetangga sebelah maupun media cetak seperti majalah film hasrat untuk nonton film ini makin serius saja. Martin Scorsese adalah sutradara yang sangat perfeksionis untuk urusan kualitas filmnya, tengok saja vitamin yang selalu diberikannya pada karya sebelum film ini kelar. rata-rata semuanya kelas A dan dipastikan selalu berujung pada acara festival bergengsi sedunia, hebatnya lagi kini dia memiliki anak asuh yang sangat tepat bernama Leonardo DiCaprio yang tak pernah bermain cetek disetiap filmnya kecuali The Beach yang memang rusak parah dari berbagai sisi. jelas kolaborasi keduanya merupakan tambang emas yang sangat berkualitas tinggi untuk kemudian dinikmati dalam sajian seni yang pekat dengan makna, meski terdengar terlalu serius. namun tidak melulu membuat film ini harus dihindari oleh penonton umum mengingat pembuktian kali ini adalah penguasaan tangga Box Office yang perkasa sebelum beberapa film popcorn datang menjegalnya, hal ini juga menjadi ending yang sama dengan The Departed yang juga laris manis dipasaran sekaligus berkualitas tinggi yang sanggup memenangkan berbagai piala bergengsi semacam Oscar.

Sinopsis : Film ini secara umum (21cineplex.com) Tahun 1954, dua Marshall Amerika menyelidiki hilangnya salah seorang pasien di rumah sakit para tahanan disebuah pulau di Massachusetts. Mereka menemui banyak rintangan saat mereka menginterogasi kepala rumah sakit, badai dahsyat dan semua keganjilan-keganjilan disekitar rumah sakit tersebut.


Keganjilan demi keganjilan yang datang menuruni setiap scene film ini terlihat begitu fantastis dengan penghayatan tingkat tinggi dari semuar element dalam filmnya, Leonardo bermain terbaiknya sebagi Teddy disini. kualitas aktingnya begitu baik sejajar dengan performa sebelumnya dalam Revolutionary Road, The Departed, dan Blood Diamond. selain Leo, hampir semua pemain begitu sempurna dalam penghyatan karakter yang diembannya, terhitung mulai Mark Ruffalo, hingga Haley yang sebentar lagi akan kita lihat lagi aktingnya dalam Nightmare On Elm Street sebagai Freddy. selain cerita dan kualitas Akting dari pemainnya, film ini juga sangat mengusung suasana noir yang kental dan detail. iringan musik score dan beberapa penggalan lagu klasik membuat tingkat kemisteriusan film ini makin terjaga dengan baik untuk mengantarkan penonton pada ending yang yang kerap membuat orang takjub tentang apa yang sebenarnya terjadi, penggambaran halusinasinya juga begitu indah sekaligus menakutkan dan mencekam untuk kita dalami.

Overall, terlalu lebay memang jika kita menanjungnya setinggi langit. namun hal itu kemudian dapat dimaklumi mengingat keakuratan dan tingkat detail yang diberikan begitu hangat dan sangat berkualitas melebihi ekspektasi penonton sebelumnya, untuk malasah ending 20 menit terakhir dalam film ini bukanlah masalah hal itu kemudian seperti gampang ditemukan kunci jawabannya. namun perjalanan menuju ending dari awal film ini membuat kita bilang bahwa inilah mahakarya berkualitas yang patut diapresiasi lebih mengingat tiap jengkal dari kisahnya dibuat setulus hati hingga berdampak manis yang akan dikenang oleh penonton setidaknya satu dekade kedepan.

Jelas Film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton bila bioskop di daerah masih memutarnya, dan kemudian dikoleksi untuk konsumsi home video pada saat perilisan DVD/BD originalnya kelar nanti..


Movie Review : The Book Of Eli [2010]

Bagi saya tidak banyak aktor kulit hitam yang minimal baik secara akting maupun memiliki popularitas sebagai aktor favorit, dan jelas Denzel Washington berada dalam list pemain kulit hitam paling top selain Will Smith dalam dunia perfilman. film The Book Of Eli yang sedianya dirilis januari yang lalu memang menajdi incaranku sebagai film pembuka tahun 2010 selain Edge Of Darkness yang sudah sukses saya tonton awal tahun tersebut, namun ternyata khusus film Washington ini mengalami penundaan dalam perilisannya di Indoensia.

Poster Film The Book Of Eli [2010]

Secara umum film ini bercerita tentang (21cineplex.com) suatu masa di masa depan, tiga puluh tahunan setelah perang terakhir, seorang pria berjalan kaki menyusuri kota mati yang dahulunya adalah Amerika. Jalanan menjadi milik kelompok-kelompok jahat yang sanggup membunuh demi sepasang sepatu, seteguk air atau demi tanpa apa pun. Namun kekuatan mereka tidak sebanding dengan musafir ini. Seorang ksatria dengan sebuah tugas, Eli (Denzel Washington) mencari kedamaian, namun jika ditantang, ia akan mengalahkan semua penyerangnya sebelum mereka sadari kesalahan mereka. Bukan nyawanya yang ia jaga melainkan harapan untuk masa depan, sebuah harapan yang ia bawa dan lindungi selama tiga puluh tahun. Dorongan komitmen dan kepercayaan yang lebih besar dari yang ia miliki, Eli melakukan apa yang seharusnya ia lakukan dan terus menerus. Hanya ada satu lawan yang mengetahui kekuatan Eli, dan ia ingin merebutnya yaitu Carnegie (Gary Oldman), raja egois yang memimpin kota para pencuri dan penembak. Sementara itu, anak angkat Carnegie, Solara (Mila Kunis) terpesona oleh Eli karena alasan lain visi yang ditawarkan Eli melebihi yang dimiliki ayah tirinya. TIdak mudah mengalahkannya. Tidak ada tidak seorang pun dapat menghalanginya. Eli harus mencapai tujuannya dan membawa bantuan bagi umat manusia

Film ini pada awalnya memiliki pemandangan khas film lain yang beraroma post-apocalyptic atau jaman pasca kiamat semisal I Am Legend, The Road, Terminator Salvation, Waterworld, dan lain lain, kelebihan film ini mungkin terlihat pada imbuhan action dari Denzel dengan kelompok manusia yang semakin kanibal tersebut. konsep cerita yang bawa oleh film ini sedikit mengarah pada sisi religius dan mungkin lebih tepat sebagai film religius namun dengan tambahan action didalamnya, perjuangan Eli untuk melindungi buku ini sebenarnya cukup aneh apabila dia kemudian bertujuan untuk membuat manusia kembali menjadi manusia dan memiliki rasa kemanusiaan mengingat kondisi pasca kiamat di film ini menggambarkan manusia-manusianya memiliki cara berfikir yang instan dan primitif semenjak makin berkurangnya harapan untuk bertahan hidup secara standard semisal makan minum dan lainnya. imbuhan action jelas berpengaruh terhadap hasil akhir dari film ini, terlihat meski sedikit namun gaya "perang" yang diperlihatkan cukup maksimal ditengah dunia yang sudah tidak terurus dan sangat muram durja ini. Menilik kualitas acting terutama untuk Denzel Washington, dia bermain baik disini meski bagi saya masih berada jauh dibawah Indside Man [2006] dan berselisih tipis dengan American Gangster [2007]. dengan pakaian lusuh dan bibir kering serasa sudah berhari-hari belum minum namun memiliki insting bertarung yang jujur sangat hebat untuk kalangan orang yang sedang dilanda dehidrasi, Gary Oldman juga bermain bagus di film ini dan ternyata juga sanggup bermain dikarakter jahat yang berbanding terbalik dengan peran sebelumnya dalam film The Drak Knight [2008]. yang terlihat kurang mungkin akting Mila Kunis yang hanya kebagian peran "pemanis" dalam film ini, karakternya kurang berkembang meski cukup sentral dari awal hingga akhir selain kedua aktor diatas.

Overall, sangat disayangkan memang Denzel Washington mau terlibat dalam film ini mengingat temanya yang agak popcorn meski secara spesifik masih original terutama bagian pengembaraan ini setidaknya sebelum film ini belum ada yang mengangkat tema religius pasca kiamat, bagaimanapun Denzel tetap menjadi penyelamat film ini layaknya I Am Legend yang terlselamati oleh Will Smith tempo hari. dan bahkan beberapa pengamat mengatakan bahwa film The Book Of Eli merupakan salah satu film terburuk milik Denzel Washington, namun apapun itu film ini masih memiliki point positif. agak kurang begitu recomended kecuali bila anda memang menyukai kisah post apoclypstic semisal knowing dan kawan-kawannya.

Pemain : Dnezel Washington, Gary Oldman, Mila Kunis, Ray Stevenson, Jennifer Beals, Frances De La Tour, Micahel Gambon.
Sutradara : Albert and Allen Hughes
Durasi : 117 Menit
Penulis Naskah : Gary Whitta
Produser : Joel Silver, Denzel Washington, Susan Downey.
Distributor : Columbia Pictures
Homepage : http://thebookofeli.warnerbross.com/


Kerajaan Film Kolosal 2010

Meski terbilang telat, membicarakan film-film yang akan dan yang sudah dirilis tahun 2010 ini masih sangat asyik untuk kemudian publikasikan dalam post kali ini. well tiap tahun Hollywood selalu rajin mengeluarkan sebuah film baik yang berbiaya rendah sampai film dengan dana yang lumayan mengkhawatirkan pihak studio selaku penyandang dananya, uniknya acapkali tema yang diusung oleh sineas-sineas Hollywood terkadang entah tanpa sengaja atau sengaja mereka memiliki visi dan pemikiran yang sama. bagi saya tahun 2009 lalu Hollywood mencoba membombardir penonton dengan sajian sci-fi bertema khusus tentang robot-robotan, indikasi ke arah sana terlihat dari Transformers, Avatar, Astroboy, Surrogates, dan lain-lain. kini keunikan tersebut tampak dalam tema usang yang akan kembali mengisi hiburan bioskop dengan tema kolosal, epic fantasy, maupun era pertengahan. gerombolan pasukan berkuda tersebut bukan hanya disemarakkan oleh Hollywood, asia lewat film kolosalnya sudah menguasai bioskop awal tahun ini. True Legend, Confucius, 14 Blades, dan lainnya mampu memberikan alternatif standard sebuah film kolosal mengingat negeri tirai bambu memang kebanyakan bertema kolosal.

Kembali ke Hollywood, untuk mempersempit pilihan dan daftar list awal tahun kita sudah dikawal oleh The Wolfman yang meski bernaskah kurang baik namun mampu menyajikan suasana muram kota inggris tempoe doeloe dengan sukses. berselang kemudian Alice In Wonderland melaju dengan raihan Box Office yang juga tinggi karena faktor ceritanya yang memang sudah melegenda serta atas nama Tim Burton hingga membuat ekspektasi penonton ikutan naik, How To Train Your Dragon datang dengan semangat vikings yang ternyata mampu dengan entengnya mengebiri gerombolan naga lucu berbentuk full animasi. di bulan April, aksi Perseus dalam menumpas monster-monster picik langsung merangkak di tangga Box Office. namun bulan April kolosal hanya diwakili oleh film Clash Of The Titans ini, kemudian kita akan meloncat dengan tiga film kolosal sekaligus yaitu Shrek Forever After, Robin Hood, dan Prince Of Persia : The Sands Of Time di akhir Mei. Shrek 4 yang digadang-gadangkan sebagai serial terakhir mungkin akan saya lewati akibat parahnya storyline bagian ketiga tahun 2007 yang lalu sehingga menyisakan Robin Hood yang mempertemukan Crowe pada tema kolosalnya yang sebelumnya sempat memberinya Oscar tersebut, apalagi semua element dari Gladiator ternyata kumpul bareng disini yang membuatnya begitu sangat dinantikan. Prince Of Persia menyandang beban berat dengan Disney dan Bukreimer dibelakangnya, hal ini akibat belum adanya film adaptasi game yang sukses secara komersial dan baik secara kualitas sebelumnya. Solomon Kane, Harry Potter : Deathly Hollow Part 1, Chronicles Of Narnia : The Voyage Of Dawan Threader, Tangled, Season Of The Wicth,  The Last Airbender, dan Jonah Hex adalah judul lain dari rentetan daftar film kolosal lainnya yang akan menggempur bioskop kita dengan sajian debu, kuda, kastil, dan semua element khas jaman baheula tersebut.

Dari sedikit list tersebut, saya memilih lima film unggulan yang bertema kolosal tahun ini. selera mungkin beda dan judul yang akan dirilis namun belum saya sebutkan akan saya masukkan pada kesempatan selanjutnya karena keterbatasan informasi, berikut film kolosal tahun ini yang sangat saya sukai (sudah ditonton) dan saya tunggu kehadirannya (belum ditonton) :

1. The Last Airbender
2. Chronicles Of narnia 3
3. How To Train Your Dragon
4. Prince Of Persia
5. Alice In Wonderland

dan Berikut adalah beberapa scene gallery film kolosal yang sudan dan akan muncul tahun 2010


Movie Review : Clash Of The Titans [2010]


Akhir-akhir ini kebiasaan keluar kota membuat kesehatan saya agak terganggu, sabtu-minggu kemaren saja saya 12 jam bermotor bersama rombongan temen2 NJIC dari Probolinggo-Bondowoso-Jember-Probolinggo-Bondowoso-Jember membuat punggung serasa remek. Namun diluar itu, saya mendapat hiburan berharga bersama temen2 SMA tersebut. Well, ngomongin April ini apalagi dikaitkan dengan film, belum apa-apa Indonesia sudah kebagian jadwal lebih dulu film Clash Of The Titans yang akan saya bahas kali ini. Jujur list selanjutnya saya tidak begitu yakin bisa melahapnya dengan sukses dibioskop, Ada Kick Ass yang sepertinya akan susah masuk ke bioskop tanah Air terutama Surabaya, terutama setelah melihat kasus Green Zone yang hingga hari ini belum ada kepastian untuk diputar dibioskop2 kota Pahlawan, Menebus Impian meski tetap ditunggu namun kekecewaan nonton Sang Pemimpi masih saja terngiang di otak untuk mempertimbangkan film ini secara lebih matang lagi, sisanya hanyalah A Nightmare On Elm Street yang dipastikan akan ditonton bulan Mei meski dirilis tanggal 30 April 2010.

Daftar film yang bertema Kolosal/Epic/Fantasy/Period/Medieval Time tahun ini semakin menumpuk, belum juga lelah ini hilang setelah berkuda bersama True Legend, 14 Blades, Confucius, The Wolfman, Alice In Wonderland 3D, dan How To Train Your Dragon 3D (khusus judul terakhir kuda diganti dengan Naga), kini dibulan April kita kedatangan oleh sebuah Epic kolosal Fantasy bertema tentang Mitology Yunani. Clash Of The Titans di Indonesia dirilis tanggal 1 April 2010, alias lima hari yang lalu. Film ini dibagi menjadi dua versi yaitu 2D dan 3D, untuk Jawa timur versi 2D bisa dinikmati diberbagai bioskop di Surabaya sedangkan yang 3D hanya diputer di Sutos XXI yang itupun mendapat jatah sore hari karena pada siangnya memutar film How To Train Your Dragon 3D. Saya nonton yang 2D karena alasan filmnya lebih asyik ditonton secara 2D daripada 3D akibat saya sering pusing bila memakai Kacamata 3D.



Clash Of The Titans adalah remake dengan judul yang sama yang dirilis pada tahun 1981 yang lalu, tentu dengan alasan untuk mengenalkan kepada generasi muda serta dengan bantuan teknology yang semakin canggih hingga dapat dengan baik dalam mengaburkan batas real dan effect komputer maka remake adalah ide yang kemudian dianggap paling menarik selain meraih keuntungan tentunya. Usaha yang sah memang, meski hal itu akan menjadi tanggung jawab yang sangat besar serta sangat sensitif apalagi bila pada saatnya nanti filmnya dianggap gagal. Tentu hujatan dan makian dari kritikus dan pengamat film seantero dunia akan menjadi daftar list mimpi buruknya sepanjang karier, faktor pendukung yang sudah pasti disukai oleh penonton adalah special effect yang sudah semakin banyak berkembang dan semakin merajalela dalam perfilman Hollywood beberapa thaun terakhir. Salah satu teknology terdepan yang sedang hangat-hangatnya adalah 3D, selain film ini saja tahun 2010 kita telah melewati 2 film 3D yaitu How To Train Your Dragon yang bryllian dan Alice In Wonderland yang pas-pasan karena model 3D-nya adalah konversi dari hasil kamera standard yang kemudian dijadikan tayangan 3D. 

Clash Of The Titans [2010]
Sinopsis : Terlahir dari dewa namun dibesarkan sebagai manusia, Perseus (Sam Worthington) tidak berdaya untuk menyelamatkan keluarganya dari Hades (Ralph Fiennes), dewa neraka yang penuh dendam. Dengan segala yang tersisa, Perseus sukarela memimpin misi yang berbahaya untuk mengalahkan Hades sebelum merebut kekuasaan dari Zeus (Liam Neeson). Memimpin sekelompok prajurit gagah berani, Perseus menuju ke dunia terlarang. Berperang melawan setan dan hewan-hewan menakutkan, ia hanya akan bertahan jika dia dapat menerima kekuatannya sebagai seorang dewa, menantang nasib dan menciptakan takdirnya sendiri

Cast : Liam Neeson (Zeus), Ralph Fiennes (Hades), Gemma Artenton (Io), Jason Flemyng (Calibos/Acrisius), Izabella Miko (Athena), Sam Worthington (Perseus), Alexa Davalos (Andromeda), Luke Evans (Apollo).

Sutradara : Louis Leterrier
Naskah : Travis Beacham
Tanggal Rilis : 01 April 2010 [Indonesia]
Durasi : 118 Menit
Genre : Action, Adventure, Fantasy, Romance, Family
Tagline : The Clash Begins 2.4.2010
Distributors : Warner Bross Picture

Sebelum saya nonton film ini, saya terlebih dahulu berburu review dan penilaian tentang film ini didunia maya. Dari beberapa blog film yang saya baca rata-rata menilai film ini kurang begitu recommended, lalu mengapa saya masih menonton film ini? Pertanyaan tersebut juga beberapa kali mengahantuiku yang pada akhirnya saya memberanikan diri berteriak bahwa saya nonton film ini hanya karena ingin mencari hiburan mata, melihat beberapa scene dari trailernya saya yakin bahwa film ini akan menyajikan tayangan penuh effect yang pasti akan memanjakan mata yang beberapa hari terakhir sering terlalu lelah karena menatap layar laptop dan terkena angin sewaktu mengendarai motor. Dan benar saja ternyata film ini memang sekilas lumayan memanjakan mata saya dengan effect-effect dunia fantasy tempoe doeloe yang aneh dan unik tersebut, namun bila ngomong ukuran jelas Avatar masih tetap nomer satu.

Menyorot tentang kualitas naskah atau cerita film ini, dengan berat hati saya nilai sangat kurang menantang bila tidak mau dibilang jelek. begitupun dengan akting pemainnya yang sangat standard, Liam Nesson masih lebih bijaksana di film Narnia, Ralph Fiennes angin berlalu, Gemma Artenton? wajahnya bikin film ini menjadi tertolong sedikit kecuali aktingnya yang masih harus ditambah jam terbangnya. setuju dengan reviewer blog-blog film tetangga sebelah, film ini kurang begitu recommended kecuali anda hanya ingin mencari hiburan bak-bik-buk dengan Kraken, Scorpiok, dan Medusa yang kali ini dibuat menyeramkan mirip film Susanna berjudul Petualangan Cinta Nyi Blorong yang saya tonton beberapa hari yang lalu


OST Clash Of The Titans [2010]


Album : Clash Of The Titans
Genre : OST
Artist : Ramin Djawadi

Tracklist:
01. The Storm That Brought You To Me
02. There Is A God In You
03. Perseus
04. You Can't Hide From Hades
05. Medusa
06. Scorpiox
07. Argos
08. You Fall, You Die
09. Written In The Stars
10. Pegasus
11. Bring Everything (But The Owl)
12. Killed By A God
13. Djinn
14. Eyes Down
15. You Were Saved For A Reason
16. Redemption Through Blood
17. I Have Everything I Need
18. King Acrisius
19. It's Expensive Where You Are Going
20. Be My Weapon
21. The Best Of Both
22. Release The Kraken
23. It's Almost Human Of You

Note : Well, film ini sepertinya akan menjadi buruan para penonton yang mungkin agak kecewa dengan film Mitology Yunani sebelumnya yaitu Percy Jackson. saya sendiri belum nonton film ini, namun sepertinya hasrat untuk melihat Sam Worthington kembali beraksi pasca kesuksesan film Avatar jadi layak untuk dinantikan. seperti biasa, ada film ada pula instrumen yang mengiringi filmnya. tugas cukup berat tersebut kini dipangku oleh Ramin Djawadi yang pernah sukses menangani OST Iron Man tahun 2008 yang lalu. simak track demi tracknya yang memang didesain agak nge-rock mengingat filmnya yang megah dan pertempuran dahsyat dengan para monsternya terlihat seru dan menegangkan.

Pesan SindicuterTV : Hargai karya mereka dengan membeli CD Original OST Clash Of The Titans ditoko CD dikota anda

Fenomena Dan Trend Film 3D Dan Bioskop 3D : Top 3D Movie List 2010


Peta perfilman dunia (baca hollywood) sekarang bergeser pelan tapi pasti ke arah pemanfaatan teknology 3D, apalagi setelah kesuksesan Avatar yang merupakan film 3D terlaris sepanjang sejarah hingga hari ini. bila di tahun 2009 lalu jumlah film yang memakai format 3D yang mengharuskan tiap penontonnya memakai kacamata khusus hanya berjumlah hitungan jari tangan, maka tahun ini jumlah itu ditambah dengan jari kaki. sekitar 22 film yang akan beredar tahun ini memakai format 3D untuk bioskop 3D standard, RealD, dan bahkan IMAX 3D, judul-judul populer semisal Shrek 4, Harpot edisi ke-7, Alice, hingga Saw VII yang kini ikutan meramaikan sensasi film 3D. tentu pertimbangan pemilihan format ini mengandung dua unrsur yaitu positif dan negatif, unsur positifnya adalah perluasan pasar. maksud disini adalah sebuah film yang dibuat khusus 3D pasti memiliki versi 2D, jadi hitungan penonton juga akan melonjak, apalagi versi 3D sangat disukai oleh kaum anak-anak. selanjutnya adalah visualisasi dari sensasi special effectnya bener-bener hidup, jadi kita sekakan-akan berada pada dunia yang ada dalam filmnya. namun 3D juga mengandung point negatif terutama bila sebuah film tertentu dipaksakan menjadi 3D, unsur kekurangan ide  dan sekedar ikutan trend adalah biang keladinya, selain itu khusus wilayah Indonesia tidak semua warga negara ini yang menguasai bahasa inggris jadi sangat menyulitkan untuk mencerna dan mengikuti ajalan ceritanya, pengecualian terjadi untuk kasus film How To Train Your Dragon yang sekarang sudah menyediakan subtitle indonesia kedalam filmnya. point negatif lainnya adalah masih kurangnya jumlah bioskop 3D diseluruh nusantara, bahkan diajawa timur saja bisokop 3D hanya terdapat di SUTOS (Surabaya Town Square) saja.
Bioskop yang menyediakan format 3D dan RealD di indonesia yaitu :

Cinema 21/XXI
Jakarta di : Gading XXI, Plaza Indonesia XXI, Plaza Senayan XXI, Pondok Indah XXI, Puri XXI, Senayan City XXI, Studio XXI EX
Bandung di : Ciwalk XXI
Medan di : SUN
Bogor di : Botani XXI
Tangerang di : Serpong XXI
Bekasi di : Mega Bekasi XXI
Surabaya di : Sutos XXI

Blitz Megaplex
Paris Van Java, Bandung
Grand Indonesia, Jakarta
Pasific Place, Jakarta
Mall Of Indonesia, Jakarta
Teras Kota, Tangerang


Daftar Film 3D yang akan dirilis tahun 2010

01. Alice In Wonderland (05/03/10)
02. Hubble (19/03/10)
03. How To Train Your Dragon (26/03/10)
04. Clash Of The Titans (02/04/10)
05. Shrek 4 : Forever After (21/05/10)
06. Toy Story 3 (18/06/10)
07. Cats And Dogs 2 : The Revenge Of Kitty Gallore (30/07/10)
08. Despicable Me (09/07/10)
09. O Apostolo (2010)
10. Step Up 3 (06/08/10)
11. Piranha (27/08/10)
12. Resident Evil 4 : Afterlife (10/09/10)
13. Legend Of The Guardians (24/09/10)
14. Alpha And Omega (01/10/10)
15. Jackass 3 (15/10/10)
16. Saw VII (22/10/10)
17. Megamind (11/10)
18. Tangled (12/11/10)
19. Harry Potter : The Deathly Hollow Part 1 (19/11/10)
20. Amphibious (2010)
21. Tron Legacy (12/2010)
22. Avatar (Re-Release For Summer)

(Darftar film diatas diambil dari situs Flick/majalah online)

Data Box Office Untuk Peringkat 15 Film 3D Teratas Sepanjang Masa Hingga Tanggal 29 Maret 2010 (boxofficemojo.com):

01. Avatar $740.408.000
02. Alice In Wonderland $293.100.000
03. Up $293.004.000
04. Monster Vs Aliens $198.352.000
05. Ice Age : Dawn Of The Dinosaurs $ 196.573.000
06. The Polar Express $181.320.000
07. A Christmas Carol $137.855.000
08. Chicken Little $135.386.000
09. Cloudy With A Chance Of Meatball $124.870.000
10. G-Force $119.436.000
11. Bolt $114.053.000
12. Spy Kids 3D : Game Over $111.761.000
13. Journey To The Center Of The Earth $101.704.000
14. Meet The Robinson $97.822.000
15. Beowulf $82.280.000

Beberapa Cuplikan Film 3D Tahun Rilis 2010
 


Movie Review : How To Train Your Dragon 3D - (2010)

SUTOS XXI, Row, Studio, 22 Maret 2010, Runtime, Rp 25.000
Mencuri kesempatan buat nonton film ditengah himpitan acara dikampus ternyata susah juga, apalagi setelah temen2ku tau kalo aku sering nonton film dibioskop membuat mereka begitu cepet mengendus keberadaanku. How To Train Your Dragon 3D, itulah judul yang sukses kulahap tadi siank. well film yang dibuat oleh perusahaan film animasi keren saingan Pixar yaitu Dreamwork tahun ini mnegeluarkan 3 judul untuk awal tahun adalah How To Train Your Dragon, Shrek Forever After untuk tengah atau musim panas, dan Megamind untuk show akhir tahun 2010. bagi saya pribadi susah untuk memihak studio ini sebagai barometer film animasi bermutu meski Madagascar dan Kungfu Panda sukses menarik perhatian, apalagi serial Shrek yang tahun ini merupakan seri yang keempat kalinya. berbicara dua studio diatas, Pixar rasa2nya masih nomer satu menurut selera pribadi saya. sedangkan Dreamwork sejatinya hanya bertujuan menghibur dengan pamer aktor/aktris terkenal sebagai dagangannya, jadi naskah kebanyakan bagi mereka adalah prioritas nomer sekian. begitupun dengan film ini, dibuat sangat menghibur layaknya Kungfu Panda yang menggemeskan. tapi jangan salah, meski film ini sangat menghibur film ini juga tidak lantas membiarkan naskahnya terhanyut oleh visualisasinya yang memanjakan mata, karena kali ini Dreamwork mulai sadar bahwa naskah juga sangat penting untuk memajukan sebuah film kearah yang lebih baik.

Sinopsis : How To Train Your Dragon memusatkan cerita tentang mitos dunia Viking dan naga. Berkisah seorang pemuda Viking bernama Hiccup (Jay Baruchel), hidup di pulau Berk, dimana melawan naga adalah cara untuk bertahan hidup. Pemuda pintar dan humoris ini diragukan kemampuannya oleh kepala sukunya sekaligus ayahnya, Stoick the Vast (Gerard Butler). Meskipun demikian, saat Hiccup diikutsertakan dalam pelatihan melawan naga bersama pemuda lainnya, ia dapat membuktikan bahwa ia siap menjadi seorang petarung. Setelah ia berhasil menaklukkan seekor naga dengan meriam batu, Hiccup akhirnya berkawan dengan naga yang paling ganas dan ia beri nama Toothless (Tak Bergigi). Pertemanan ini membuanya tersadar bahwa warga Berk tidak membutuhkan pemburu-naga


Cast : Jay Baruchel, America Ferrera, Jonah Hill, Gerard Butler, Christopher Mintz-Plasse, Craig Ferguson 
Director : Chris Sanders dan Dean Deblois
Screenplay : Adam F. Goldberg, Peter Tolan, dan Dean Deblois
Produser : Bonnie Arnold, Michael Connolly, dan Tim Johnson
Release Date : 20 Maret 2010 (Indonesia)
Distributors : Paramount Pictures
Run Time : 98 Menit
Genre : Animasi

Seolah-olah termakan trend perfilman Hollywood belakangan ini, film How To Train Your Dragon juga memakai teknology 3D untuk Bioskop 3D, RealD, dan IMAX 3D. hebatnya lagi, khusus film ini adalah untuk pertama kalinya sebuah film 3D disediain subtitle indonesia untuk memudahkan mengikuti jalan cerita filmnya terutama anak kecil yang memang target penontonnya. sebuah langkah positif yang layak diapresiasi lebih mengingat tidak semua penonton indonesia paham dengan sangat dalam berbahasa inggris terutama bagian listening. balik ke cerita filmnya, bagi saya film ini sangat lah mengejutkan untuk ukuran Dreamwork. bagaimana tidak, sebelum film ini dirilis bagi saya Dreamwork akhir2 ini sudah seperti kehabisan ide meski tiap tahun mereka mampu menelurkan 2-3 film secara kontinyu, namun terbaik dari seri Dreamwork tetaplah Kungfu Panda dan Madagascar yang lucu namun mempunyai nilai jual yang tidak bisa dianggap remeh meski tetap Pixar-lah juara akhirnya. kemudian film ini datang di waktu yang tepat, filmnya sangat menghibur bagi saya, karakter2nya hidup, dan visualisasinya keren terutama adegan2 khas 3D-nya yang memanjakan mata, serta eksekusi menjelang endingnya yang semakin menguatkan bahwa naskahnya kali ini memang tidak dibuat asal jadi.

How To Train Your Dragon Movie Trailers



Memorable Quote
Hiccup : Everything we know about them is wrong.
Sepertinya film ini pun merupakan film terbaik kedua yang dibintangi oleh Gerard Butler setelah 300 tahun 2007 silam, meski kali ini dia hanya meminjamkan suaranya saja.demikian pula dengan jay Baruchel yang meski terdengar asing namun suaranya pas disini, sementarayang lainnya masih tetap prima meski tetap semua penilaian terkonsentrasi kepada dua tokoh diatas. untuk sebuah tontonan dari Dreamwork, inilah karya paling baik dari studio yang juga pernah sukses membuat Kungfu Panda ini. kualitas naskah yang bagus dengan tambahan twist diakhir, pemain yang kuat, dan adegan yang seru dan mendebarkan serta tanpa menghlangkan peran utama sebagai tontonan anak-anak yang jenaka, serta effect 3D-nya menjadi tayangan paling top ditahun 2010 yang sudah berjalan 3 bulan ini.

Well, film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton dibioskop terutama bioskop 3D. tenang, bagi yang kurang paham bahasa inggris film ini sudah menyediakan teks subtitle Indonesia kok jadi akan menajdi lebih mudah dipahami oleh semua penonton.

Movie Scene Selection

Eat, Pray, Love (2010) Movie Trailer 01

Cast : Julia Robert, James Franco, Javier Bardem, Billy Crudup, Richard Jenkins, Viola Davis, Tuva Novotny, Ali Khan, Lidia Biondi, Arlene Tur, Luca Argentero, James Schram, Christine Hakim.
Director : Ryan Murphy
Release Date : 13 Agustus 2010

Eat Pray Love Movie Trailers


Note : Inilah trailer film yang kutunggu-tunggu beberapa minggu terakhir selain Iron Man 2 dan Toy Story 3 yang memang sangat saya nantikan, alasannya pun bukan karena saya sudah khatam baca novelnya, bukan pula karena saya adalah fans berat Julia Robert, namun hanya karena alasan sederhana yaitu saya kepengen ngeliat film Hollywood dengan setting Indonesia khususnya daerah Bali yang nilai eksotisnya sudah tersohor keseluruh penjuru planet Bumi. selain Bali, cuplikan film ini juga menggambarkan negara-negara yang dijadikan tempat mengembara oleh Julia Robert, seperti India dan Italia untuk mencari makna hidupnya. ah, jadi nggak sabar pengen nonton indonesia dalam film ini nanti dibulan agustus.


The Prince Of Persia - The Sand Of Time (2010) Movie Trailers 02

Cast : Jake Gyllenhaal, Gemma Artenton, Ben Kingsley, Alfred Molina, Reece Ritchie, Toby Kebbell, Richard Coyle, Ambika Jois, Gisli Orn Garuarsson, Dave Pope, Ronald Pickup, Selva Rasalingam, Daud Shah, Steve Toussaint, Thomas DuPon.
Director : Mike Newell
Release Date : 28 May 2010


Prince Of persia : The Sand Of Time Movie Trailers 2


Note : Jerry Bukhreimer bisa jadi mungkin adalah sutradara yang dinilai mampu mengangkat sebuah cerita film yang diangkat dari console game bila Film ini sukses kelak, sebuah perjudian yang sangat berisiko memang namun untuk urusan action squence dilihat sekilas dari trailernya sepertinya aksi dastan yang kita kenal gemar melompat-lompat ini sepertinya cukup membuat hati lega. lain halnya bila bertanya tentang kualitas naskah dan akting pemainnya, karena begitupun Pirates Of The Caribbean yang selalu disemat dalam poster dan trailernya, film ini tidak akan jauh berbeda. well, film seperti ini memang sejatinya di buat sebagai hiburan belaka, jadi nikamti saja aksi seru dastan ini akhir May depan. dan sebelum hari itu tiba, mari kita lihat cuplikan trailernya terlebih dahulu..

CITO 21, Row A-8, Studio 2, Wednesday March 17th 2010, Time 12.00, IDR 15.000
-----------------------------------------------------------------------------------------------

Well, Minggu ini adalah puncak tentang apa yang tidak kupercaya untuk datang dan kemudian berlalu. pada awalnya hanya berniat untuk liburan sejenak karena nunggu dosen belum ketemu2 hingga satu bulan sekaligus menghindari ancaman penyiksaan yang akan menimpa diri saya karena pada tanggal 16 Maret kemaren atau pas dengan Hari Raya Nyepi bagi yang beragama Hindu, hari itu adalah hari Ulang Tahunku. jadi hari kamis kemaren saya sudah buru2 kabur pulang kampung daripada dijadiin tontonan gratis masyarakat Jawa 2 kan malu, btw berbicara tentang umur bolehlah angka umur kita bertambah namun perlu diingat pula disaat yang bersamaan usia dan jatah hidup kita akan selalu makin berkurang. meski pada minggu ini adalah minggu pailing kelam sepanjang tahun 2010, namun kok kumalah cuma tersenyum aja ya? entahlah yang jelas ada kejanggalan dalam hati saya bercampur aduk tapi setelah diolah menjadi bahan senyuman dan pelajaran menarik bagi saya pribadi. okelah kalo begitu (katanya The Warteg Band), hampir semua rencana ulang tahunku batal namun biar nggak ancur-ancur banget maka tadi siang nyoba nonton film di bioskop siapa tau bisa menjadi hiburan di hari ultah yang kelam ini. dari sekian judul yang nangkring di bioskop, saya memilih Confucius. kandidat kuat selain film ini adalah The Wolfman, namun kok kayaknya lebih keren Confucius ya? akhirnya saya memutuskan untuk nonton film yang dibintangi Cow Yun Fat ini.


Cast : Chow Yun Fat, Xun Zhou, Yi Lu, Jianbin Chen, Yu Lao, Kaili Zhang, Quan Ren, Huang Jiao, Ban Wang.
Director : Mei Hu
Release Date : 28 January 2010 (China)
Genre : Biography/Drama
Run Time : 130 Menit
Distributors : Beijing Dady Century Limited

Cerita film ini menitik beratkan tentang sepak terjang Kong Qiu (Fat)  pada tahun 551 SM yang pada awalnya hanyalah seorang miskin di kerajaan Lu, kemudian karena pendidikannya Kong atau yang kini kita kenal dengan Kong Fu Cu dia diankat menjadi menteri Hukum dan kemudian diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri. namun semakin naiknya pangkat Kong, Jendral Ji melihat ini sebagai ancaman untuk kelangsungan kerajaan Lu meski pada awalnya Kong berhasil menguasai 3 wilayah. dan kemudian Kong beserta murid kesayangannya merantau dari negeri satu kenegeri lainnya untuk menyebarkan paham konfusianisme, dan kemudian kembali ke kerajaan Lu untuk mengajarkan paham tentang filsafat sosial berkaitan dengan etika dan kesopanan keseluruh masyarakat.


Btw, dengan durasi yang lumayan panjang film ini pun berjalan begitu lambat. bisa dimaklumi memang, meski terbukti film ini sukses dijauhi penonton karena tadi pas nonton jumlah penonton untuk film ini hanya sekitar 10 orang saja (prihatin mode on). untuk urusan teknis, saya kok agak kurang begitu sreg dengan alurnya. yang lumayan bagus adalah petuah2nya serta ketulusan Kong dalam mengajarkan ilmunya kepada orang lain beserta murid2 setianya yang rela berkorban demi gurunya ini, selain itu akting Cow Yun Fat disini sangat baik. yang bikin penasaran adalah pemeran ratu Wei yang cantik banget (serius, dia cantik banget di film ini). selain akting, visualisasi film ini terlalu kusam layaknya film mongol serta dengan special effect yang tanggung dan sangat terlihat banget bohongannya.

Finally, film ini bagi saya kurang menghibur karena sejatinya memang bertujuan memberikan pemahaman bagi penontonnya. yang menghibur pas nonton film adalah pasangan pacaran muda-mudi disebelah saya yang mulai bercinta sejak film dimulai. btw, pada akhirnya seberapa pun luka yang masih terasa perih ini, hidup harus tetap berlanjut dan biarlah menjadi sejarah yang tak perlu dihapus namun sebagai tamparan supaya kedepan kita menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya, well moment yang pas dengan ultah kali ini. dan semoga sukses..
Well, akhirnya pergelaran oscar kelar juga. banyak yang unpredictable ada pula yang sudah dirasa pasti menang, dari pada pusing mikirin tebak2an yang ternyata keliru maka nggak ada salahnya untuk nonton film yang sekiranya tidak terlalu membuat pusing kepala karena sangking ruwetnya jalan cerita seputar oscar dan film-film yang dilombakan. film-film berat seperti Up In The Air, Invictus, dan lain-lain mungkin memang berkualitas tinggi, namun tidak dapat dipungkiri pula bahwa film adalah seni yang dapat menghibur penontonnya. jadi biar nggak tambah mumet, film seperti itu untuk sementara waktu kutingglkan dimeja. btw dipilihlah film ini, sebuah film tentang mitology yunani yang anehnya digabungkan dengan sensasi modern ala Amerika. kalo boleh menilai awal sih film kayak beginian biasanya pol-polannya paling cuma dari segi special effect, namun khusus film ini pun oscar tak kunjung datang untuk memeberinya sebuah nominasi yang dimaksud dengan alasan bahwa pendaftaran sudah ditutup :D eniwey, saya sebelumnya kurang begitu paham tentang sejarah mitology yunani selain yang sudah populer semacam Medusa, Zeus, dan Hercules. namun akhirnya krisis pengetahuan tersebut hilang karena penjelasan temenku bernama Dany yang menjelaskan secara singkat namun singkat tentang sejarah tersebut, dan bahkan sampai perbedaan dengan beberapa sejarah yang mirip dengannya.

Cast : Logan Lerman, Brandon T. Jackson, Alexandra Daddario, Jake Abel, Sean Bean, Pierce Brosnan, Steve Coogan, Rosario Dawson, melina Kanakaredes, Catherine Keener, Kevin McKidd, Joe Pantoliano, Uma Thurman.
Director : Chris Colombus
Screenplay : Craig Titley (Screenplay) Rick Riordan (Novel)
Release Date : 10 February 2010 (Indonesia)
Run Time : 118 Menit
Distributors : Fox 2000 Pictures


The Review : sebelum berbicara tentang isi kandungan vitamin beserta racun dalam filmnya, marilah sejenak kuceritakan dulu kisahnya. btw Percy (Logan Lerman) yang sebelumnya adalah bocah sekolahan ternyata adalah salah satu anak dewa yunani yaitu Poseidon (kevin McKidd), well diapun dituduh mencuri senjata paling mahsyur yang pernah ada yang dibuat oleh Zeus (Sean Bean). jelaslah Percy bukan pencurinya, namun mau tidak mau harus berjuang bersama pelindungnya Grover dan anak dewi Athena yaitu Annabeth karena selain mengembalikan nama baiknya, dia juga harus menyelamatkan ibunya yang dicuri oleh Hades (Steve Coogan). eniwey, setelah selesai menceritakan plotnya saya ingin bercerita tentang pendapat saya untuk film ini. secara umum film ini menyenangkan untuk seukuran bocah SMP namun sangat menyakitkan untuk dicerna oleh orang dewasa, ceritanya berjalan datar dan monoton serta terlalu menggampangkan sesuatu. dimuali dari alasan para dewa beserta anaknya dan para penghuni makhluk ajaibnya memakai seragam Romawi, berlatih pedang-pedagangan hei watdehelisdet??? bukankah mereka dewa yang minimal bisa mengangkat batu hingga menagwang-awang diangkasa? apalagi Percy juga berasal dari dunia modern yang mahir bermain teknology canggih ya minmal bisa menggunakan senjata semisal bom-lah. dari inti cerita tentang curi-mencuri senjata kenapa Zeus begitu mudahnya memfitnah Percy yang masih anak ingusan? bukankah Zeus adalah dewa paling keren se-yunani yang minimal bisa nerawang siapa yang nyuri senjatanya, apalgi yg dicuri adalah miliknya sendiri yang biasanya terdapat hal-hal yang mudah dideteksi olehnya. acara jumpa pers antara Zeus dan Poseidon yang dilakukan sangat nggak masuk akal, karena kalo cuma mau bertemu dan cangkrukan ngobrolin tentang dunia kan bisa bertemu langsung di Olympus dari pada di pelabuhan. btw ternyata akses untuk masuk ke dunia para dewa yunani bukan di negara Yunani, melainkan di empire state building dan los angeles. parahnya itu di Amerika, okelah kalo begitu (dengan logat The Warteg Band, hehe) well, menurut kabar katanya karakter Percy seharusnya berumur 11 tahun eh malah disini berumur 17 tahun?? finally, banyak hal mengganggu memang namun film juga bukan tanpa kelebihan. yaitu sebagai hiburan belaka, nah kalo mau nyari yang serius tentang mitology yunani maka Clash Of The Titans yang dirilis tanggal 2 April depan haruslah ditunggu kedatangannya. i can wait..

Memorable Quote :
Chiron: Use this to defend yourself. It's a powerful weapon.
Percy Jackson: This is a pen.
Chiron: Only use it in times of severe distress.
Percy Jackson: This is a pen.
Score :
Cerita : 5/10 - Akting : 6/10 - Ending : 5/10 - Total : 6/10


Movie Scene Gallery :


"Legenda Pertempuran Antara Bawang Merah Dan Bawang Putih Di Negeri Dongeng Yang Indah Dan Nyentrik"

SUTOS XXI, Row A-9, Studio 6, Date 04 Maret 2010, Time 12.15 WIB, Rp 25.000
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Alice In Wonderland Review : Seperti biasa di bulan Maret ini mulai banyak film yang berkualitas atau minimal menghibur datang sebagai pemanasan menjelang pesta film musim panas tahun 2010 yang akan digelar bulan Mei depan, judul yang populer datang mulai dari Alice In Wonderland baik untuk 2D, 3D, RealD, dan IMAX 3D, Green Zone, Clash Of The Titans yang juga memakai 2 format (2D dan 3D), How To Train Your Dragon (2D/3D/RealD/IMAX3D),  Remember Me, dan Runaway. apalagi ditambah datangnya film Shutter Island yang memang telat masuk bioskop kecuali bioskop di wilayah kota Jakarta, well hari ini salah satu judul yang saya sebutkan diatas sudah dirilis yaitu Alice In Wonderland 3D. Film ini sekaligus film keempat yang saya tonton dibioskop sepanjang tahun 2010 hingga hari ini, sebelumnya ada Edge Of Darkness, From Paris With Love, dan My Name Is Khan minggu lalu. sebelumnya saya pribadi sebagai penggemar film juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak bioskop untuk beberapa judul film tertentu dirilis mendahului negara asalnya (Hollywood) karena setau saya film Alice In Wonderland ini di Amerika masih dirlis tanggal 5 Maret 2010, sedangkan Indonesia hari ini (4 Maret 2010) sudah tayang.

Diluar masalah film, duit buat hidup sebagai anak kostn semakin menipis saja. bahkan ini saya saya bela-belain nonton karena faktor penasaran, apalagi perilaku ibu kost beberapa hari ini semakin ganjil dan tidak masuk akal membuat semua penghuni kosn jawa 2/12 nggak betah hingga ada yang mau pindah segala.

membicarakn Alice kurang lengkap pula rasanya bila tidak membicarakan tentang trend booming film berformat 3D semakin menggila saja, untuk tahun ini film Alice In Wonderland menjadi film pertama yang kemudian di susul oleh How To Train Your Dragon dan Clash Of The Titans di bulan april. beberapa film lain bahkan sedang berbondong-bondong mengusung filmnya menjadi tayangan khusus untuk bioskop 3D, RealD, dan IMAX 3D, yang unik adalah beberapa judul seperti Step-Up 3, Saw VII, dan Piranha juga ikut-ikutan memakai format yang mengharuskan penontonnya memakai kacamata khusus ini. jelas hal tersebut merupakan ide yang dangkal meski dengan alasan ingin mengeruk untung lebih mengingat ticket untuk bioskop 3D memang jauh lebih mahal, karena toh 3D tetap memiliki nilai minus yaitu bagi mereka yang belum fasih dalam bahasa inggris wabil khusus listeningnya. 

"You've got a very important date" 

kembali ke Alice, bahagia adalah kata yang tepat untuk menandakan bahwa proyek ini berada pada tangan yang tepat. ya Tim Burton dengan segala keunikannya yang gelap dan nyentrik akan membawa kita ke dunia Wonderland seperti yang telah dia buktikan sebelumnya, dan bahkan film ini seakan-akan merupakan penggabungan dari berbagai film yang pernah dibuat olehnya mulai dari Sleepy Hollow, Nightmare Before Christmas, Copse Bride, Charlie And Chocolate Factory, dan Sweney Todd. lebih menggembirakan lagi adalah lagi-lagi aktor dan aktris langganan Tim ikut tampil disini, yaitu Depp yang merupakan proyek ke tujuhnya bersama Tim, ada pula Helena yang merupakan istri Tim sendiri. jadi wajarlah bila saya berharap banyak terhadap film ini, tentunya teknology 3D juga mengtrol saya untuk bilang bahwa film ini layak dinanti.


Sedikit Sinopsis yang saya ambil dari situs resmi 21cineplex, Alkisah Kingsleigh Alice (Mia), 19 tahun, menghadiri pesta di Victoria Estate London setelah kematian ayahnya tercinta. Disana, tanpa sepengetahuan Alice, sebuah pesta pertunangan telah direncanakan oleh ibu dan saudara perempuannya. Saat seorang pemuda sombong dan membosankan, Hamish Ascot melamar Alice di gazebo dan disaksikan ratusan warga dari berbagai jenis, perhatian Alice justru tertuju pada kelinci berbintik putih yang mengenakan rompi dan arloji saku. Dalam keterkejutan dan kebingungan, ia berlari ke dalam labirin mengikuti si Kelinci Putih, hingga ia terjatuh ke dalam lubang menuju negeri Underland, di mana ia telah mengunjunginya sepuluh tahun yang lalu, tetapi ia tidak mengingatnya tetapi penduduk dari dunia sihir mengingatnya dan merindukannya. Di Wonderland, ia bertemu kembali dengan teman-teman masa kecilku, termasuk Mad Hatter, (Depp) yang memberitahukan Alice bahwa mereka membutuhkan bantuannya menyingkirkan Ratu Merah (Helena), yang telah merebut Wonderland dari adiknya, Ratu Putih (Anna). Alice mulai beraksi tubuhnya mulai membesar dan mengecil dalam petualangan menemukan jati dirnya sekaligus menyelamatkan Wonderland beserta teman-temannya

setelah lama menunggu dan penasaran sekaligus takjub sewaktu nonton trailernya, akhirnya saya nonton juga film ini. saya memang lebih mengutamakan yang 3D karena penasaran dengan adegan-adegan yang ditampilkan dalam trailernya, namun entah karena ekspektasi saya terhadap film ini terlalu besar saya kemudian menilai film ini biasa-biasa saja. untuk ukuran Tim, cerita yang dibangun kurang punya isi yang bergizi apalagi dilengkapi oleh vitamin dan mineral yang cukup untuk bertahan menit demi menit hingga ending kredit kelar. cerita film ini terlalu digampangkan, bahkan adegan perang yang ditunggu-tunggu di sebuah lapangan yang sekilas mirip bidak catur dengan pasukan kartu reminya yang komikal dan seekor naga yang sangat buas ternyata kurang berkesan. mungkin masalah selera sih, sisi subyektifitas berpengaruh disini. kredit khusus untuk effect 3D-nya yang menurut saya tidak begitu tampil baik, bahkan awal film hingga sebelum Alice jatuh ke Wonderland sama sekali tidak memakai tekonology 3D. karena waktu itu saya melepas kacamata dan ternyata layar bioskop jernih, kan kalau ada effect 3D biasanya layar bioskop blur.

Alice In Wonderland Movie Quote :
The Mad Hatter : What a regrettably large head you have. I would very much like to hat it. I use to hat The White Queen, you know. Her head was so small.
The Red Queen : It's tiny. It's a pimple of a head.

The Mad Hatter : There is a place. Like no place on Earth. A land full of wonder, mystery, and danger! Some say to survive it: You need to be as mad as a hatter.
The Mad Hatter : Which luckily I am.

Alice Kingsley : This is impossible.
The Mad Hatter : Only if you believe it is.

The Red Queen : Off with their heads!

untuk urusan teknis, akting Johnny Depp seperti memang nggak perlu diraguka lagi karena sangking seringnya bermain-main di wilayah karakter-karakter nyeleneh semacam kapten Jack Sparrow dalam film Pirates Of The Caribbean. tentu juara akting dipegang oleh Red Queen yang diperankan oleh Helena Bohnam Carter, saya suka dengan tata riasnya yang banyak dibalut oleh CGI. untuk pemeran Alice lumayan baik meski untuk beberapa adegan nampak kurang menguasai akting, dan yang lucu menurut saya datang dari si kembar Tweedlee/Tweedledum dan White Queen, mengapa White Queen? tak lain karena perilakunya yang memang di buat bak orang yang kecanduan balet dengan tangannya yang selalu melayang-layang. finally, film ini memang sangat unggul dibagian effect imajinasi saja bagai Tim membentuk dunia Underland dengan sangat komikal namun indah dan nyata. begitu pula dengan seluruh isi istana Red Queen yang semuanya membentuk hati, bahkan tempat tiang gantungan plus kapak milik sang eksekutornya pun berbentuk hati yang lucu.

Well, Alice In Wonderland adalah penanda film pertama yang saya tonton di bulan Maret ini, tinggal nunggu Green Zone dan How To Train Your Dragon 3D minggu depan.

untuk film ini saran saya, bagi yang tidak begitu menguasai bahasa inggris mending nonton yang 2D saja. karena film ini lumayan banyak dialognya, selain itu effect 3D-nya kurang begitu menohok mata. btw selera pribadi masing-masing orang memang beda jadi tontonlah filmnya dibioskop karena bagi saya film ini bukannya jelek namun semata-mata karena pengharapan saya saja yang terlalu tinggi terhadap film ini.Alice In Wonderland 

Alice In Wonderland Featurette Video

Cast :
Johnny Depp : Mad Hatter
Helena Bohnam Carter : Red Queen
Anna Hathaway : White Queen
Mia Wasikowska : Alice
Crispin Glover : Stayne/Knave Of Heart
Matt Lucas : Tweedledee/Tweedledum
Stephen Fry : Cheshire Cat
Michael Sheen : White Rabbit
Alan Rickman : Blue Caterpillar
Barbara Windsor : Dormouse
Paul Whitehouse : March Hare
Timothy Spall : Bayard
Marton Csokas : Charles Kingsleigh
Tim Pigott-Smith : Lord Ascot

Genre : Adventure, Family, Fantasy,
Director : Tim Burton
Writer :
Linda Woolverton (Screenplay)
Lewis Carroll (Books)
US Release : 5 Maret 2010
Distributors : Walt Disney Pictures
Duration : 108 Menit

Alice In Wonderland Scene Gallery :
Related Posts with Thumbnails
top