Movie Review : Shutter Island [2010]

Cast : Leonardo DiCaprio (Teddy Daniels), Mark Ruffalo (Chuck Aule), Ben Kingsley (Dr. Cawley), Max Von Sydow (Dr. Naehring), Michelle Williams (Dolores Chanal), Jackie Earle Haley (George Noyce).
Sutradara : Martin Scorsese
Naskah : Laeta Kalogridis dan Dennys Lehane
Tanggal Rilis : 3 Maret 2010 [Indonesia]
Durasi : 138 Menit
Genre : Crime, Drama, Mystery, Thriller,
Tagline : Someone Is Missing
Distributors : Paramount Picture

Review : Akhirnya nonton juga film ini, setelah menunggu lama dan setelah makin penasaran karena membaca ulasan baik dari blog film tetangga sebelah maupun media cetak seperti majalah film hasrat untuk nonton film ini makin serius saja. Martin Scorsese adalah sutradara yang sangat perfeksionis untuk urusan kualitas filmnya, tengok saja vitamin yang selalu diberikannya pada karya sebelum film ini kelar. rata-rata semuanya kelas A dan dipastikan selalu berujung pada acara festival bergengsi sedunia, hebatnya lagi kini dia memiliki anak asuh yang sangat tepat bernama Leonardo DiCaprio yang tak pernah bermain cetek disetiap filmnya kecuali The Beach yang memang rusak parah dari berbagai sisi. jelas kolaborasi keduanya merupakan tambang emas yang sangat berkualitas tinggi untuk kemudian dinikmati dalam sajian seni yang pekat dengan makna, meski terdengar terlalu serius. namun tidak melulu membuat film ini harus dihindari oleh penonton umum mengingat pembuktian kali ini adalah penguasaan tangga Box Office yang perkasa sebelum beberapa film popcorn datang menjegalnya, hal ini juga menjadi ending yang sama dengan The Departed yang juga laris manis dipasaran sekaligus berkualitas tinggi yang sanggup memenangkan berbagai piala bergengsi semacam Oscar.

Sinopsis : Film ini secara umum (21cineplex.com) Tahun 1954, dua Marshall Amerika menyelidiki hilangnya salah seorang pasien di rumah sakit para tahanan disebuah pulau di Massachusetts. Mereka menemui banyak rintangan saat mereka menginterogasi kepala rumah sakit, badai dahsyat dan semua keganjilan-keganjilan disekitar rumah sakit tersebut.


Keganjilan demi keganjilan yang datang menuruni setiap scene film ini terlihat begitu fantastis dengan penghayatan tingkat tinggi dari semuar element dalam filmnya, Leonardo bermain terbaiknya sebagi Teddy disini. kualitas aktingnya begitu baik sejajar dengan performa sebelumnya dalam Revolutionary Road, The Departed, dan Blood Diamond. selain Leo, hampir semua pemain begitu sempurna dalam penghyatan karakter yang diembannya, terhitung mulai Mark Ruffalo, hingga Haley yang sebentar lagi akan kita lihat lagi aktingnya dalam Nightmare On Elm Street sebagai Freddy. selain cerita dan kualitas Akting dari pemainnya, film ini juga sangat mengusung suasana noir yang kental dan detail. iringan musik score dan beberapa penggalan lagu klasik membuat tingkat kemisteriusan film ini makin terjaga dengan baik untuk mengantarkan penonton pada ending yang yang kerap membuat orang takjub tentang apa yang sebenarnya terjadi, penggambaran halusinasinya juga begitu indah sekaligus menakutkan dan mencekam untuk kita dalami.

Overall, terlalu lebay memang jika kita menanjungnya setinggi langit. namun hal itu kemudian dapat dimaklumi mengingat keakuratan dan tingkat detail yang diberikan begitu hangat dan sangat berkualitas melebihi ekspektasi penonton sebelumnya, untuk malasah ending 20 menit terakhir dalam film ini bukanlah masalah hal itu kemudian seperti gampang ditemukan kunci jawabannya. namun perjalanan menuju ending dari awal film ini membuat kita bilang bahwa inilah mahakarya berkualitas yang patut diapresiasi lebih mengingat tiap jengkal dari kisahnya dibuat setulus hati hingga berdampak manis yang akan dikenang oleh penonton setidaknya satu dekade kedepan.

Jelas Film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton bila bioskop di daerah masih memutarnya, dan kemudian dikoleksi untuk konsumsi home video pada saat perilisan DVD/BD originalnya kelar nanti..


0 comments:

Post a Comment

Related Posts with Thumbnails
top