Showing posts with label My Name Is Khan (2010). Show all posts
Showing posts with label My Name Is Khan (2010). Show all posts

Catatan Nonton Bulan February 2010


Well, setelah dibulan January libur nyambangin Bioskop, di bulan february ini gue sukses melahap beberapa film yaitu From Paris With Love, Edge Of Darkness dan yang terakhir adalah My Name Is Khan yang sekaligus sebagai film Bollywood pertama yang gue liat dibioskop. juara tetap kusematkan kepada film terakhir yang dibintangi oleh Shah Rukh Khan tersebut. namun yang sangat disayangkan adalah belum sempatnya gue untuk nonton film Legion, The Wolfman, Valentine's Day, dan Percy Jackson And The Olympians : The Lightning Thief. Legion memang kurang begitu dinanti akibat masih terbayang oleh film Constantine yang ber-tone senada, Valentine's Day terlupakan karena memang sedang jomblo, khusus Percy Jackson sebenarnya mau nonton tapi beberapa reviewer menilai film ini standard-standard saja jadi saya malah menunggu versi home videonya saja, dan The Wolfman masih sedang diusahakan meski kayaknya sudah agak begitu terlambat. di luar tentang acara nonton, bulan ini Andre Harihandoyo And The Sonic People album Good Song For Your Soul, Mongkey To Millionaire album Lantai Merah, dan Endah N' Resha album Nowhere To Go menjadi teman ngeblog yang saya beli di salah satu toko music dan film di Surabaya Town Square. finally, urusan skripsi belum juga kelar padahal teman seangkatanku sudah mulai hilang satu demi satu, hingga nasib laporan KK pun juga belum selesai. btw, bulan Maret ini daftar film yang harus ditonton makin bertambah banyak diantaranya Alice In Wonderland, Green Zone, dan How To Train Your Dragon, tentang berita mundurnya jadwal rilis film Clash Of The Titans dari semula tanggal 26 Maret menjadi tanggal 2 April karena alasan diformat menjadi 3D memang terasa menyebalkan. secara pribadi saya cuma berpesan kepada pengelola bioskop untuk selalu lebih meng-update film-filmnya, supaya kasus The Book Of Eli dan The Lovely Bones yang hingga hari ini belum ditayangkan tidak terulang lagi, namun untuk beberapa judul lainnya yang bahkan lebih dahulu ketimbang di negera asalnya memang patut diacungi jempol..

Movie Review : My Name Is Khan [2010]


"My Name Is Khan, But I Am Not The Terorist"


SUTOS XXI, Row D-8, Studio-6, Date 15 Feb 2010, Time 12.15-14.55 WIB, Rp 20.000;
------------------------------------------------------------------------------------------------

Review : Hari jum'at Tanggal 12 bulan february tahun 2010 ini sebenarnya terdapat empat film besar dari Hollywood yang dirilis secara serentak di USA dan begitu juga negara kita Indonesia, ada Percy Jackson And The Olympians : The Lightning Thief, Valentine's Day, The Wolfman, dan My Name Is Khan. Kesemuanya adalah film berkualitas dan menghibur. Seperti biasa untuk bulan february, Film romantis yang dulunya dipegang oleh Will Smith dalam film Hitch kini di kuasai Valentine's Day yg juga menggebrak dengan langsung bertengger di puncak Box Office, ada pula film Horror yang sebelumnya di pegang oleh Constantine-nya Keanu Reeve dan remake Friday The 13th-nya Michael Bay yang kini di handle oleh Benicio Del Toro dalam film The Wolfman, dan yang terakhir adalah film Bollywood yang mulai dilirik oleh masyarakat Amerika pasca kemenangan mutlak Slumdog Millionaire tahun lalu yang kini di pegang oleh Shah Rukh Khan dalam film tentang drama pasca 9/11 berjudul My Name Is Khan. namun meski keempat film diatas dirilis serentak ditanah air, pilihan saya tetep jatuh ke film terakhir yaitu My Name Is Khan yang sudah menyihir dan membuat saya jatuh hati sejak pertama kali melihat movie trailernya di sebuah situs khusus trailer.

Eniwey, lewat pilihan nonton film My Name Is Khan inilah gue pertama kalinya dalam sejarah nonton film India di bioskop, seru juga namun yang membuat gue tersenyum sekaligus merasa ilfil adalah kebanyakan yang nonton film ini adalah dari kaum ibu-ibu dan bapak-bapak untuk kategori dewasa apalagi remaja daftarnya makin sedikit, meski bila dihitung gender pria adalah yang terbanyak ketimbang perempuan. tapi whatever-lah, karena untuk sekelas My Name Is Khan bagi saya lebih baik ketimbang lelah ngantri film  nusantara yang kebanyakan berkutat di sekitar komedi vulgar dan horror beraroma seks yang hanya menjual aurat. diluar demografi film Bollywood diatas, kesan saya terhadap film ini adalah banyak diantara penonton (dan mungkin juga dengan saya sendiri) berkaca-kaca setelah keluar dari bioskop pas filmnya sudah bubar, hmm this is Bollywood movie people! he.. nah selain nonton film, gue tadi juga mampir beli CD Audio baru di Disctarra dan sukses membawa pulang CD Endah N' Resha album Nowhere To Go dan Andre Harihandoyo And The Sonic People album Good Song For Your Soul yang memang sudah saya incar beberapa minggu yang lalu sebagai teman saat ngeblog dan nggarap skripsi di kosn.


Balik lagi ke film, My Name Is Khan dimulai saat Rizwan Khan (Shah Rukh Khan), yang diperiksa petugas bandara karena dicurigai sebagai teroris yang diakhiri dengan pernyataan Rizwan atas keinginannya untuk bertemu dengan presiden Amerika Serikat, kemudian cerita beralur mundur saat Rizwan masih kecil (Thanay Chheda) seorang muslim yang mengidap sindrom Asperger, hidup bersama ibu (Zarina Wahab) dan adiknya (Jimmy Shergill) di wilayah Borivali di Mumbai. Saat ia dewasa (Shah Rukh Khan), Rizwan pindah ke San Fransisco dan hidup bersama adik dan iparnya. Selama disana, ia bekerja sebagai sales obat kecantikan di perusahaan milik adiknya yang sudah menikah dengan Haseena (Sonya Jehan) seorang dosen psikologi dan merupakan orang pertama yang merasakan "keanehan" tingkah Rizwan. Rizwan kemudian jatuh cinta kepada Mandira (Kajol) seorang janda, yang beragama hindu sekaligus pengusaha salon yang terkenal. Kemudian mereka menikah dan mengembangkan usaha, namun setelah peristiwa 9/11, Rizwan dan Mandira mulai menghadapi beberapa kesulitan. Dimulai dari sebuah tragedi rasialis yang kemudian membuat mereka berpisah. Ingin kembali memenangkan hati istrinya, Rizwan melewati sejumlah petualangan salah satunya adalah bertemu dengan Mama Jenny (Jennifer Echols) yang beragama kristen di sebuah kota kecil yang damai dan keinginannya untuk bertemu presiden USA berjalan dengan penuh rasialis dan kejam namun kemudian menjadi sorotan oleh sebuah wartawan TV yang berkeinginan untuk mengangkat profilnya hingga mempertemukannya dengan presiden Barack Obama (Christopher B. Duncan). mengenai apa yang ingin di utarakan oleh Rizwan ke Presiden Amerika, mending nonton ke bioskop aja karena hal itu masih mengandung spoiler dan tentu tidak akan saya ungkapkan disini. lagian, film ini masih hangat-hangatnya lho di bioskop.


Setelah sekian banyak film yang bertemakan runtuhnya WTC tahun 2001 lalu salah satunya diwakili oleh United 93 dan WTC, praktis hanya film ini yang memiliki pandangan berbeda bahwa tidak semua orang muslim yang berwajah asia terutama daerah timur tengah itu teroris. seperti pesan ibunya saat peristiwa perang antara islam dan hindu meletus di India yang berbunyi "hanya ada dua macam insan didunia ini, yaitu orang yang melakukan kebaikan dan yang satunya adalah orang yang melakukan kejahatan", dan lewat film ini pula sebuah paradigma tentang konsep teroris, jihad, dan islam yang mengakar di benak setiap warga amerika sedikit-demi-sedikit mulai berubah, namun dengan plot seperti ini film yang sutradarai oleh Karan Johar yang pernah sukses membuat Kuch Kuch Hota Hai ini menjadi sangat sensitif. dan terbukti dengan raihan Box Office-nya untuk sekelas film hollywood sangat memprihatinkan. Namun berhasil mencetak rekor film India dengan opening tertinggi baik waktu diputar di Amerika, Inggris, maupun Jerman.

"Dengan arahan sutradara andal Karan Johar dan musik pengiring yang menggugah oleh Shankar, Ehsaan & Loy, Khan membuat kita mudah meneteskan air mata seraya mengajarkan kita mengenai Islam dan toleransi," surat kabar Times.

Dari sektor teknis, seperti biasa chermistry SRK (Shah Rukh Khan) dan Kajol sangat pas dan merupakan pasangan ideal seperti yang mereka tunjukkan dalam film Kuch Kuch Hota Hai, Kabhi Kushi Kabhi Gham, dan Dilwale Dulhania Le Jayenge. cara bertutur SRK yang khas dipandu dengan Kajol yang kali ini terlihat makin prima membuat cerita film sepanjang 161 menit ini tidak membosankan meski beberapa adegan memang terlihat dipanjang-panjangkan, gaya penuturan film yang naskahnya di tulis oleh Shibani Bathija ini tampak beda dari film Bollywood lainnya yaitu dengan mengurangi adegan tari-tarian dan tingkah laku bombastis dan berlebihan seperti yang sudah lazim dipraktekkan oleh sineas-sineas India pada umumnya. namun sang penulis tetap memakai jurus ampuh khas film Bollywood yang selalu sukses mengobrak-abrik perasaan penonton untuk ikut terbawa suasana haru yang dialami karakter dalam filmnya hingga kemudian berpotensi membuat banjir air mata di dalam bioskop hingga ending kredit keluar.

Well, karena gue meski sudah menyukai film Bollywood sejak dahulu kala namun baru pertama kali ini nonton film India lewat media bioskop apalagi untuk sekelas XXI, jadi gue masih menganggap film ini adalah salah satu film Bollywood terbaik yang pernah saya tonton dengan berbagai kelebihan diantaranya adalah pemain film ini adalah mega bintang Bollywood, di buat oleh patungan antara Darma Production dan  20th Century Fox, ceritanya nggak secetek film Bollywood lainnya, dan soundtracknya yang juga mengalun indah, serta yang terakhir adalah karena nontonnya di bioskop. btw bagi anda yang menyukai film Bollywood maka segeralah mengunjungi bioskop terdekat di kota anda, dan bagi yang tidak suka namun hanya ingin punya pengalaman nonton film Bollywood gue sarankan tontonlah film ini.

Cast :
Shahrukh Khan as Rizwan Khan
Kajol as Mandira
Jimmy Shergill as Rizwan’s brother
Zarina Wahab as Rizwan’s mother
Tanay Chheda as Rizwan Khan (Kecil)
Christopher B. Duncan as President Barack Obama
Jennifer Echols as Mama Jenny
    Director : Karan Johar
    Durasi : 161 Menit
    Official Site : http://www.mynameiskhanthefilm.com
    The Theater : http://www.21cineplex.com
    My Name Is Khan Memorabel Quote :
    Rizwan Khan : "My Name Is Khan, But I Am Not The Terorist"
    My Name Is Khan Movie Scene Gallery :

    SindicuterTV Movie Quiz Episode 002


    Bagi pencinta film, hasrat untuk kembali mengunjungi bioskop makin menggelora karen di bulan february tahun ini kita bakalan digempur oleh film lumayan lebih bagus dari tahun sebelumnya. Mulai dari film bertema monster serigala The Wolfman yang memasang Benicio Del Toro, barisan artis papan atas dalam film drama romantis berjudul Valentine’s Day, film dongeng mitology yunani versi modern berjudul Percy Jackson and The Olympians : The Lightning Thief, dan satu lagi sajian film berat berjudul Shutter Island yang dimainkan oleh Leonardo DiCaprio dan Martin Scorsese sebagai sutradaranya.


    Pertanyaan Quiz bulan ini : Dari empat (4) film yang disebutkan diatas, film manakah yang paling anda tunggu di bulan february, dan berikan alasan dan opini anda.

    Opini paling menarik akan mendapatkan hadiah DVD Original bagi dua (2) Orang yang beruntung gratis tanpa dikenakan biaya sepeserpun, dengan hanya mengirimkan jawaban anda melalui pesan singkat (SMS) ke No 085258666454 atau 08816035439 Sebelum Tanggal 27 February 2010 opini dari pengirim dan pemenang akan diumumkan di Blog www.SindicuterTV.blogspot.com tanggal 28 February 2010

    Cara Pengiriman : SindicuterTV#Kuis 002#Nama Anda#Alamat Anda#Opini Anda

    Contoh Pengiriman : SindicuterTV#Kuis 002#Budi Cahyono#Jln. Jawa 2 No 12 Jember#Valentine’s Day, karena selain dipenuhi oleh barisan aktor dan aktris papan atas, film ini juga menjadi sebuah paket film romantis yang paling wajib ditonton bersama pasangan di hari kasih sayang.

    Related Posts with Thumbnails
    top