Showing posts with label Film Romantis. Show all posts
Showing posts with label Film Romantis. Show all posts

Movie Review : Hari Untuk Amanda [2010]


Pemain : Oka Antara, Fanny Febriana, Noveletta Dinar, Aida Nurmala, Kinaryosih,
Sutradara : Angga Dwimas Sasongko
Naskah : Salman Aristo, Ginatri S. Noer
Produser : Dedy Abdurachman
Tanggal Rilis : Januari 2010
Genre : Drama Romantis
Kategori : Home Video/VCD/DVD
Negara : Indonesia
Distributor : MNC Pictures, Visinema Pictures, 
Durasi : 95 Menit

Plot : Amanda [Fanny Febriana] dan [Reza Harardian] dalam sepuluh hari kedepan akan segera melangsungkan pernikahan, karena pekerjaan super sibuk sehingga membuat Amanda  kesepian dan mengurusi segala sesuatunya sendirian, sebuah kado dari Hari [Oka Antara] membuat Amanda kembali menemui Hari yang tak lain adalah mantan pacarnya. kedatangan kembali Amanda kerumah Hari hingga Hari mau mengantarkan undangan pernikahannya perlahan membuka kembali tabir masa lalu diantara keduanya, namun siapakah pilihan hati Amanda yang sesungguhnya??

Komentar Kami : Di jaman sekarang atau paling tidak dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, pergeseran tema film di negeri ini semakin mengarah kepada jenis yang seragam dan cenderung  monoton. karena sebelumnya tidak banyak tema horror yang diangkat segila dan semembeludak seperti sekarang, kreatifitas bukan dikembangkan pada genre selain komedi, drama, dan horror, melainkan tema "sampingan" yang bisa dikais dari 3 tema sentral tersebut. kemudian setelah habis digali dalam-dalam, ujung kendali selanjutnya disilang sesuka hati untuk mengaburkan perkiraan penonton akan tema yang sudah mulai jenuh dengan teori sebelumnya. tidak ada memang dalam satu film hanya terdapat satu macam genre, namun perkawinan silang yang banyak dilakukan oleh sineas-sineas beberapa tahun terakhir ini semakin kacau meski secara siasat-menyiasati kelesuan penonton dan secara hitungan ekonomis benar.

kawin silang disini mungkin berkonotasi negatif dan bahkan berujung kontroversi, namun hal itu terbukti sangat ampuh dihari pertama pemutaran atau hanya sekedar menghebohkan sampai menjubeli surat kabar dan berita-berita televisi terutama gossip pagi hari untuk menemani ibu-ibu memasak didapur dan membuat para orang tua, pengamat film, dan masyarakat umum prihatin dengan kondisi perfilman saat ini. bagi saya tema horror kawin silang dengan komedi nyaris membuat saya selalu prihatin apalagi ditambah doorprice aksi pamer paha, belahan dada, dan bokong semok. namun seperti biasa, kemudian akan datang sebuah karya seni "superhero" untuk menyelamatkan atau memberi gambaran lain dari tema horror-komedi-seks tersebut. bukan bermaksud men-superior-kan film ini, namun fakta yang terjadi tidak bisa kita tutup-tutupi bahwa film ini datang dengan semangat indie atau pengistilahan lain dari trend perfilman yang beraksen negatif seperti yang telah saya tulis diatas, film ini sangat baik kualitasnya daripada tema diatas dan itu jelas.

kembali ke filmnya, cerita tentang CLBK atau cinta lama bersemi kembali ini di susun dengan semangat akting pemain yang luar biasa baik. Oka Antara [Hari] seperti biasa aktingnya semakin baik saja hingga dalam setiap sikapnya mampu kita pahami dengan beberapa potongan sejarah cintanya yang "nampaknya" begitu manis dengan Fanny Febriana [Amanda] dan kembali datang untuk meyakinkan Amanda, begitu pula dengan Fanny Febriana yang cukup mengimbangi pesona Oka Antara. chermistry keduanya dapat dengan mudah membawa penonton kepada sebuah peristiwa yang dekat dengan keseharian kita apalgi bagi anda yang mempunyai kisah yang sama dengan film ini. untuk ukuran sebuah drama yang simple yang hanya dilakukan dalam satu hari kejadian, film ini jauh lebih berkualitas dibandingkan rombongan horror bikini yang merajalela belakangan ini.

sokongan kualitas akting dari para pemain bukanlah satu-satunya penolong film ini, karena twist yang diselipkan di penghujung film membuat karakterisasi dan alur yang makin mantab menjelang ending. adapun point positif lainnya datang dari soundtrack yang pas dan mampu memberi feel lebih pada jiwa film ini yang mengisyaratkan kegundahan akan pilihan hidup dan pilihan kekasih terbaik bagi Amanda, film ini adalah sebuah drama hidup seorang Amanda dan kepada siapa hati Amanda yang sesungguhnya dilabuhkan.

pada akhirnya mengulik semua vitamin film ini menyadarkan saya akan sesuatu yang sedang saya alami dan menjadikannya sebagai pelajaran mahal untuk kedepannya, dan untuk ukuran kualitas sebuah film dalam negeri penyelamat itu datang bukan lagi berbentuk otot kekar yang mampu menghancurkan sebuah tembok yang maha kuat namun hanya berupa hati yang terkadang mampu dengan mudah melunakkan semua jenis halangan. dan tahun 2010 ini diawali dengan baik oleh film ini, meski sayang kemaren saya belum sempat untuk menyaksikannya di gedung bioskop yang kini saya saksikan lewat home video.

bagi penyuka film romantis, tidak banyak yang saya rekomendasikan bila film yang dimaksud adalah film dalam negeri. namun apapun itu, film ini jelas menempati lima besar film romantis indonesia satu dekade terkahir ini, jadi apakah patut dikoleksi? jawabannya adalah wajib..

Eat, Pray, Love (2010) Movie Trailer 01

Cast : Julia Robert, James Franco, Javier Bardem, Billy Crudup, Richard Jenkins, Viola Davis, Tuva Novotny, Ali Khan, Lidia Biondi, Arlene Tur, Luca Argentero, James Schram, Christine Hakim.
Director : Ryan Murphy
Release Date : 13 Agustus 2010

Eat Pray Love Movie Trailers


Note : Inilah trailer film yang kutunggu-tunggu beberapa minggu terakhir selain Iron Man 2 dan Toy Story 3 yang memang sangat saya nantikan, alasannya pun bukan karena saya sudah khatam baca novelnya, bukan pula karena saya adalah fans berat Julia Robert, namun hanya karena alasan sederhana yaitu saya kepengen ngeliat film Hollywood dengan setting Indonesia khususnya daerah Bali yang nilai eksotisnya sudah tersohor keseluruh penjuru planet Bumi. selain Bali, cuplikan film ini juga menggambarkan negara-negara yang dijadikan tempat mengembara oleh Julia Robert, seperti India dan Italia untuk mencari makna hidupnya. ah, jadi nggak sabar pengen nonton indonesia dalam film ini nanti dibulan agustus.


Twilight Saga : Eclipse (2010) Movie Trailers 01

Cast : Kristen Stewart, Robert Pattinson, Taylor Lautner, Billy Burke, Ashley Greene, Jackson Rathbone, Nikki Reed, Kellan Lutz, Elizabeth Reaser, Peter Facinelli, Gil Birmingham, Cristian Serratos.
Director : David Slade.
Release Date : 30 Juni 2010.


Twilight Saga : Eclipse Movie Trailers


Note : Well, jilid ketiga serial laris Twilight segera muncul kehadapan anda di bioskop tanggal 30 Juni tahun 2010 ini. bagi para remaja putri, film ini merupakan berkah karena pasti akan kembali digilai pasca laris manisnya film New Moon tempo hari, namun bagi sebagian kaum adam film ini adalah sebauh film yang sangat aneh untuk bisa djuluki film yang berkualitas. namun apapun pendapat kalian, film ini tetap akan dirilis mengingat feed back bagi pembuatnya yang meghasilkan ratusan juta dollar dalam waktu satu bulan saja. sebelum filmnya dirilis, yuk kita nikmati dulu cuplikan trailernya..

Movie Review : Sang Pemimpi (2009)

 

ROYAL21, Date Wednesday 30 December 2009, Studio 4, Row B-9, Time 14.30 WIB, Rp15.000;
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sang Pemimpi
Wah, nonton juga gw ama film ini :D
Pengen liat hari pertama pemutaran sih, tapi karena kemaren duit menipis gara2 buat nonton tridi (3D) film Avatar dan kosn belom bayar, yah musti pngiritan nih.

Gw liatny alone alias sendirian bin nggak ada temennya. Abis, temen2 pada liburan semua tuh ke kampung masing2 (yang rumahnya kampoeng) but nevermind-lah karena terkadang nonton sendirian itu membuat kita lebih khusyuk nikmatin filmnya (pembelaan :P).

Baidhewei, (secara) nih film ceritanya ngelanjutin cerita dari film Laskar Pelangi. Tapi kali ini mereka bukan lagi bocah ingusan kayak di film Laskar pelangi itu, melainkan udah remaja. Jadi jangan kaged (atw malah tambah disukai) kalo adegan ngejar2 cewek bin pacaran khas remaja SMA lumayan banyak disini, cuman jangan khawatir pesan2 mendidiknya juga banyak lho.. terutama tentang perjuangan dan tantangan dalam mengejar mimpi.

Sekali lagi, Riri Riza (Gie, 3 Hari Untuk Selamanya, dan Laskar Pelangi) telah melakukan tugas dengan baik dalam membuat sebuah sajian film (Sang Pemimpi) yang dipenuhi vitamin yang sangad bergizi dan juga komersil (terbukti selalu box office) ini. Karena (kata pembaca novel) meski nggak sama dengan novelnya, namun apapun yang dirubah (atau ditambah) oleh Riri Riza tetep merupakan sebuah perubahan positif yang diamini oleh sebagian besar penonton dan pembaca novelnya. Bahkan (katanya lagi) pemilihan Ariel “Peterpan” pun juga bukan asal nyomot-aktor-tanpa-dasar-yang-kuat-di pinggir jalan, diangkot, diterminal, apalagi di pasar tradisional (hehehe), jadi semuanya udah diperhitungkan secara mateng2.

Eniwey, karena gw nggak pernah mbaca novelnya sama sekali jadi bagi gw film ini sangat bagus banged. Jauh lebih baik dari Laskar Pelangi, karakter2nya unik, akting pemainnya natural, dan pun juga terselip beberapa adegan humor yang membuat kita (minimal) tersenyum, terlebih soundtrack-nya asli bener2 jempolan. Selain Avatar yang gw tonton minggu lalu, film Sang Pemimpi adalah sajian yang sangat pas sebagai peserta pesta film2 penutup tahun 2009, serta terasa sangad nikmat bagi gw dan (mungkin) penikmat film lainnya. Jadi nggak sabar nih pengen nonton film lanjutannya, kapan ya?

Well, CD Soundtrack-nya gw udah punya dan filmnya udah gw tonton di bioskop. Ah, tinggal ngoleksi poster dan DVD-nya kelak :D


Movie Review : Avatar [3D]

“...Enter The World Of Blue Film...”

SUTOS XXI, Studio 3, Row A-11, Date 17 Desember 2009, Time 12.15WIB, Rp 25.000;
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Review : Sama persis dengan acara film tengah tahun yang diramaikan berbagai film Box Office mulai dari X-MEN ORIGINS : WOLVERINE yang kemudian ditutup dengan film G.I.JOE : THE RISE OF COBRA agustus yang lalu, akhir tahun juga biasanya selalu diramaikan dengan film2 berbudget raksasa yang siap menghibur seluruh penonton seantero Bumi. Begitu pula dengan proyek AVATAR yang juga merupakan film yang masuk kategori “Most anticipated of the year”. Di luar itu, akhirnya tugas kelompokQ di bangku kuliah kelar juga, dan bener2 sukses menguras tenaga dan pikiranQ hehe. Well dari pada larut dalam stress gw cabut aja ke bioskop untuk liat film AVATAR [3D], jujur ni pertama gw nonton film di hari pertama pemutaran alias Premiere wah ternyata rame banget ya.

Aniwey mumpung AVATAR [3D] pas hari kamis kemaren awal pemutarannya ya gw nggak nyia2kan donk, dan gw udah nyiapin duit menanti film ini, hmm akhirnya 25 rebu habis juga. Gw nontonnya di Sutos XXI, satu2nya bioskop yg katanya paling keren, paling mahal, dan paling lengkap serta satu2nya bioskop di Jatim yg ada 3D-nya.

Awalnya gw pengen liat film SANG PEMIMPI (yg juga lagi premiere hari kamis kemaren [17/12/09]) tapi gara2 duit kurang ujung2nya ya batal juga, mungkin minggu depan aja wez sekalian liat film SHERLOCK HOLMES (Film Detektif keren dengan sutradara paporit gw/Guy Ricthie). Back to AVATAR, secara cerita film ini lumayan ringan (tapi malah karena itu gw suka banget) meski masih belum bisa di kategorikan cetek. Secara garis besar (gw bilang gitu karena gw liat yg 3D yg otomatis filmnya nggak ada substitle Indonesia sama sekali dan parahnya gw nggak begitu lancar bahasa inggris apalagi mahir) film ini bercerita tentang Jake Sully (Sam Worthington), mantan angkatan laut Amerika yang cacat akibat perang, jadi dia terpilih untuk berpartisipasi dalam program yang bernama AVATAR. Jack menuju ke PANDORA, sebuah hutan di sebuah planet yg jujur sampe membuat gw bengong-dan-takjub-luar-biasa karena keindahannya. Namun PANDORA juga menyimpan jutaan misteri salah satunya adalah suku Na’vi, makhluk yang mirip manusia dengan kehidupan primitif. Nah, si Jake ini di ubah menjadi suku Na’vi untuk mempelajari keadaan planet ini dan kemungkinan pemanfaatannya.
Di PANDORA, dengan tubuh AVATAR, Jake dapat berjalan kembali. Di hutan PANDORA, Jake melihat banyak keindahan dan bahaya. Ia juga bertemu dengan wanita muda Na’vi bernama Neytiri (Zoe SaldaƱa). Jake berbaur dengan suku Na’vi dan jatuh cinta kepada Neytiri. Saat PANDORA di rusak/di ekploitasi oleh manusia, dan suku Na’vi memerintahkan untuk melindungi rumahnya, Jake terjepit antara tujuannya dikirim oleh militer ke PANDORA dan suku Na’vi, memaksanya untuk memihak pada satu pilihan yang akan menentukan nasib bumi dan suku Na’vi.


Well, pertama kali menikmati sensasi 3D apalagi untuk film sebesar AVATAR bener2 nggak mengcewakan sama sekali, gambarnya bener2 hidup dan system suaranya (dolby digital khusus 3D) bener2 menggelegar. Dari sektor akting, mas Sam kayaknya kebanyakan tersenyum ya di film ini, malah yg paling keren tu mbak Zoe, tapi chermistry keduanya bener2 manted-jaya-makmur-sentosa coy. Yang gw suka dari film ini lagi2 adalah dari sektor Special Effect yg bener2 belum pernah ada sebelumnya, kini lupakan Film KINGKONG, TRANSFORMERS, LORD OF THE RING, apalagi 2012 yang masih keliatan bo’onganny, bakalan kalah jauh deh. Di film ini kita bener2 nggak bisa mbedain yg Special Effect dan bukan! Bener2 menghibur, spektakuler, dan canggih total. karena ini merupakan proyek raksasa impian sutradara ambisius plus perfeksionis Om James Cameron, seperti yang kita tau sang sutradara adalah orang di balik suksesnya ALIEN, TITANIC yang dahsyat nan memilukan itu, THE ABYSS yang spektakuler (untuk jamannya), serta TERMINATOR 2 yang keren abis itu. tentu proyek AVATAR ini merupakan mahakarya yang layak di tunggu karena proyek film yang dah digarap sejak TITANIC tayang ini nggak akan sanggup ditandingi (SPECIAL EFFECTnya) bahkan hingga 5 tahun kedepan dan pantas di sebut sebagai makanan penutup paling nikmat tahun ini!, jadi Duit 25 ribu gw ikhlas habis gara2 hanya buat liat film ini!

Kelebihan film ini adalah instrument (Score) dan rekyasa suaranya bener2 keren ditambah suasana hutan dan isinya Yang-Bener2-Super-Sangat-Indah-Banget (entahlah kata2 apa lagi yg musti gw tambah), OSTnya keren abis (must buy it), adegan actionnya nomer wahid (terutama adegan pertempuran antara Manusia [sebagian memakai Robot] dengan Bangsa Na’vi), plus Special Effectnya yang nggak bosen2nya gw puji. gila pokoknya film ini, mending kalian liat di bioskop aja (rekomendasi yang 3D) soalnya bila lewat versi Pirate-nya bakalan "Nggak Dapet" sensasinya!
Cast :


Sam Worthington as Jack Sully


Zoe Saldana as Neytiri


Sigourney Weaver as Dr. Grace Augustine


Stephen Lang as Colonel Miles Quaritch


Joel Moore as Norm Spellman


Giofani Ribisi as Parker Selfridge


Michelle Rodriguez as Trudy Chacon


Laz Alonso as Tsu'tey


Wes Studi as Eytukan


CCH Pounder as Moat


Dileep Rao as Dr. Max Patel




Director : James Cameron
Avatar Movie Quote :
Jack Sully : [to Tsu'tey] With your permission, I will speak now. You would honor me by translating.
[to the assembled Na'vi]
Jack Sully : The Sky People have sent us a message... that they can take whatever they want. That no one can stop them. Well, we will send them a message. You ride out as fast as the wind can carry you. You tell the other clans to come. Tell them Toruk Makto calls to them! You fly now, with me! My brothers! Sisters! And we will show the Sky People... that they can not take whatever they want! And that this... this is our land!
Avatar Movie Scene Gallery :


Movie Review : Ninja Assasins [2009]


"..Fear Not The Weapon, But The hand That Wields It.."

CITO 21, Row B-6, Studio 5, Date 02 Desember 2009, Time 14.25WIB, Rp 20.000;
----------------------------------------------------------------------------------

Review : Kapankah terakhir kali anda nonton film (yg berjudul) Ninja? Atw setidaknya ad karakter ninja di dalamnya? Bagi penikmat film gw yakin kebanyakan langsung angkat kaki eh kliru yg bener tu angkat tangan seraya bilang film G.I.Joe : The Rise Of Cobra, nggak salah memang karena mungkin sangking jarangnya film bertema Ninja diangkat ke layer lebar akhir2 ini. Nah, itu pula alasan gw untuk antusias nonton film ini meski nontonnya baru kemaren sore (telat.com) karena kemaren masih buk-masibuk ngurusi skripsi, tugas kelompok (sungguh susah ngumpulin temen2), dan hal2 laennya yg meski kecil tapi berhubung numpuk ya akhirnya gw K.O. juga hehe kebiasan buruk yg nggak patut dicontoh. Cukup sudah curhatnya, sekarang mari kita membedah (ntar tak robek2 pkoknya) ni film yg telah ngabisin duit gw sebesar 15 rebu perak.

Intinya gw pengen langsung nyrocos tentang cerita filmnya se-singkat2nya, jd gw nggak ingin nyritain film ini panjang-lebar-tinggi-apalagi-diameter. Pengen tau ya langsung aja k bioskop. Alkisah dahulu kala (hahaha kayak mw nyritain kisah majapahit aja) sebelum ada hape triji dan sebelum suramadu di bangun (apa kaitannya sih?) ad klan ninja yg bernama Ozunu, klan ini mendidik anak2 yatim untuk di jadiin ninja super gendeng bin tukang jagal terbaik kelak. Kemudian lahirlah pendekar-tanpa-tanding yg bernama Raizo (The Rain) anak didk klan tersebut, di laen tempat Mika (Naomi harris) sedang menyelidiki klan ninja ini yg dicurigai melakukan pekerjaan kotor dan menghubungkan langsung dg pejabat tinggi Negara. Adegan2 kemudian adlah atraksi2 ninja versi modern yg kadang absurd untuk dicerna akal sehat, maen bak-bik-buk dah pokoknya hehe. Awal film adalah cobaan berat bagi penonton yg udah menganggap film Babel, Crash, Eternal Sunshine Of The Spotless Mind, 21 Gram, dan Pulp Fiction> adalah makanan sehari2, namun dari tengah sampe ke belakang kita bakalan lebih fun dengan sajian pertarungan tikus-kucing hingga selesai. Aneh sih sebenarnya, ada ninja berperilaku kayak preman jalanan, okelah mereka berprofesi sebagai pembunuh bayaran tapi bukankah ninja dikenal sebagai pendekar misterius dan melakukan aksinya secara rapi? Menunggu dan bukan malah menyerang? Membunuh yg perlu dibunuh? Ah, mungkin itu teori usang dari sifat ninja masa lalu kali yah? Ya iayalah bro sekarang (katanya) kalo nggak bikin sensasi n nggak masuk tipi kan di cap ketinggalan abad.


Meski bagi sebagian orang film ini masuk kelas cetek (gw nggak suka dg gaya endingnya), dan bahkan ada yg memplesetkan judulnya dari Ninja Assasins menjadi *maaf* Tinja Assin. Tapi marketing film ini sangat manjur bila si cewek ngajak liat New Moon di studio sebelah para cowok sebagian besar akan berat hati, tapi bila sang cowok ngajak liat film ini si cewek langsung mau karena faktor The Rain. Jadi pd akhirnya keduanya sama2 suka, klop bukan? Hehe. Baik Ninja Assasin (The Rain) maupun New Moon (Robert Pattinson) mempunyai alasan yg sama mengapa para cowok pada eneg, kasus yg sama juga pernah menimpa film Titanic (Leonardo DiCaprio) 13 thun yg lalu. Ngomong2 tentang The Rain, penyanyai asal korea yg nyambi jadi actor ini aslinya bermain biasa2 aja. Tapi usahanya membentuk tubuh menjadi lebih kekar n six-pack patut dipresiasi, bila king Leonidas mbuka lowongan, gw yakin dia bakal lolos test pendaftaran prajurit 300 selanjutnya :)

Gaya perang film ini mirip Kill Bill yg sadis kayak tukang jagal di pasar hewan namun dengan dialog yg lebih sederhana, klise, dan gampang di tebak. dan mnurut gw film ini amat-sangat-tidak layak di konsumsi anak2 ingusan (meski effect darahnya sangat terlihat jelas bo’ongannya). Overall filmnya lumyan bagus terutama karena minggu2 ini gw lagi banyak masalah dan kesibukan yg menguras otak dan tenaga maka layaknya film 2012 yg kemaren gw tonton, kita sebagai penonton Cuma tinggal duduk manis sambil nikmati popcorn dan atraksi2 hebat hasil jerih-payah-keringat para crew Hollywood selama mbuat film ini. Jadi kita nggak perlu kepikiran smpe2 nggak bisa tidur gara2 ceritanya yg belum sampai membuat dahi keriput dan kepala anda botak, bukan?.

Ninja Assasins Best Quote :
Raizo: [to Ozuno] The breath I take after I kill you will be the first breath of my life.
Ozunu: Weakness compels strength, betrayal demands blood. 

Ninja Assasins Movie Scene Gallery :

Movie Review : Twilight Saga - New Moon [2009]


Review : Ah aku kok nonton film ini? Hehe, tenang gue bukannya bener-bener-paling-sangat-anti sama film ini kok, gue barusan habis nonton film New Moon. Bukan, gue nonton bukan disebabkan penasaran gara-gara filmnya langsung tertawa diatas angin kegirangan karena 2 minggu bertengger di puncak Box Office, bukan pula gue pengen teriak-teriak kayak remaja cewek pas ngeliat si Jacob [Taylor Leutner] buka baju mamerin perutnya yg “six-month” karena gue bukan homo, apalagi cuma karena alasan pengen membandingin antara novel dan filmnya la wong gue sedari dulu emang nggak mudeng kalo disuruh baca novel terutama yg berhalaman 100 ke atas. Terlebih, di kosn gue banyak yg ilfil sama film ini (tapi kok tetep nonton, sih?). gue nonton film ini gara-gara temen gue dapet versi Pirate-nya (gue rekomendasikan jangan liat yg bajakan, selain gambarnya super nggak jelas teks indonesianya juga nihil) dan mereka pengen liat dikamarku, la ketimbang ngantri berjam-jam di bioskop padahal nggak begitu suka sama filmnya kan rugi (kilahnya) maklum sih ya, se-jawa timur ticket film ini sudah habis di borong calo hehehehe… akhirnya gue sih Cuma angguk-angguk geleng-geleng saja :)


Oke, Back to the film. Inti cerita film ini adalah lanjutan dari film Twilight (secara), intinya (ah, kata ini lagi) sih nerusin kisah Romeo-Juliet versi manusia sama vampir. Edward nggak mau Bella jadi vampire (ada alasan yg menyebabkannya) kemudian Bella ditinggal Edward ke Italy, dan saat-saat ditinggal itu belahan jiwa Bella mulai diisi sama Jacob. Tapi yang namanya udah cinta bersemi, apa lacur? *Telenovela* Bella terus kepikiran Edward padahal disitu udah ada ‘berondong’ Jacob-yang-six-pack. “apa sih yg kurang dari gue?” (kemungkinan besar yg terlintas di kepala Jacob hehehe…) tapi sial, perjuangan si Jacob yg bela-belain tiap hari menyemangati si Bella eh ujung-ujungnya si Jacob tetep aja dicuekin dan dicampakkan begitu saja, sakno.

Dari sektor teknis, akting pemainnya makin mellow saja. Yang sangat gue sayangkan adalah porsi aktris Dakota Fanning yg terbatas dan terkesan seperti cameo. Overall, filmnya nggak jelek-jelek amat sih ya malah lebih bagus ketimbang yg pertama (tergantung selera). Yang nggak berkurang dari film pertama (dan yg paling biking gue nggak suka) adalah make-upnya yg masih terlalu bencong (sinetron banget) gara-gara para cowoknya masih memakai lipstick dan bedak super tebal (watdehelisdet!), emang si mereka vampire tapi mbok ya jangan terlalu lebay gitu lah. Belum juga film ini turun dari bioskop, seri ketiga (Eclipse) sekarang bahkan sudah mulai syuting untuk kembali menggempur dan membuat histeris para remaja cewek dan membuat ilfil (lagi) para cowok tanggal 30 Juni 2010 besok, mana tahaaann…

Twilight Saga : New Moon Quote :
Edward Cullen: Heaven.
Bella Swan: You have to move! Open your eyes, look at me. I'm alive. You have to move!
Edward Cullen: You're here.
Bella Swan: I'm here.
Edward Cullen: You're alive!
Bella Swan: Yes... I needed you to see me once. You had to know that I was alive. You didn't need to feel guilty about it. I can let you go now.
Edward Cullen: I could never let go of you. I just couldn't live in a world where you didn't exist.
Bella Swan: But you said...
Edward Cullen: I lied. I had to lie, and you believe me so easily.
Bella Swan: Because it doesn't make sense for you to love me. I'm nothing... Human. Nothing.
Edward Cullen: Bella, you're everything to me. Everything.
Twilight Saga : New Moon Movie Scene Gallery :

Related Posts with Thumbnails
top