Showing posts with label Ninja Assasins [2009]. Show all posts
Showing posts with label Ninja Assasins [2009]. Show all posts

Musim Hujan, Hujan Film, dan Film Hujan


Wah seharian daerah tempat tinggal (kost) gw mendung dan hujan datang disore hari membuat udara sejuk dan menenangkan, namun di balik itu semua banyak aktifitas hari ini yang tertunda karenanya.
Jadi inget jaman gw SD dulu yang suka maen hujan2an

Well, nggak mungkin donk hari ini gw maen hujan2an lagi, nah daripada nggak ngapa2in, mending gw bikin kopi plus nulis blog di laptop kesayangan gw ini yaitu tentang “Musim Hujan, Film Hujan, dan Hujan Film”.
Secara memang, wilayah Indonesia mengalami dua musim yaitu hujan dan kemarau. Biasanya musim hujan ne dateng mulai bulan Oktober hingga berakhir di bulan April, anehnya (meski nggak nyambung alias maksa) hujan penonton di bioskop pun nggak kalah deras minggu2 terakhir ini. Karuan aja di minggu2 awal pemutaran, tiket nonton film 2012 dan New Moon langsung sould out. Kaitannya dengan film, hujan selalu diidentikkan dengan adegan dramatis-suram-nan-sendu, bahkan adegan2 yang menggunakan hujan (sebagai dramatisasi adegan) ini udah di praktekkan sejak dahulu kala.

Banyak sekali film dengan adegan hujan (meski beberapa filmnya ada yang nggak begitu gw suka) dan beberapa yang pernah gw tonton diantaranya;

Gw membagi hujan menjadi 3 kategori yaitu:

Hujan pertama adalah adegan hujan yang mengiringi suasana bahagia nan menyejukkan, mengapa begitu? Karena beberapa orang disekeliling gw suka dan bahkan sampai betah berlama2 memandangi hujan. Dalam film, teori ini dilakoni Sunny dalam film Cinta Pertama yang diperan utamai oleh Bunga Citra Lestari, serta adegan romantis di film The Notebook, adegan ciuman “aneh” dalam Film Spiderman, beberapa adegan romantis dalam film Rab Ne Bana Di Jodi, dan betapa bahagianya Tim Robbin saat berhasil keluar dari penjara dalam film Shawshank Redemption.

Hujan kedua adalah hujan dimana ketegangan tercipta karenanya, karena ketika hujan dunia seperti menyempit dan memaksa pertarungan harus segera diselesaikan, contohnya adalah pertarungan terakhir antar Neo dan Mr. Smith dari film The Matrix Revolutions, dan adegan perang kolosal di Helm’s Deep dalam film Lord Of The Ring : Two Tower. Adegan hujan juga menggambarkan kegelapan-tanpa-harapan-nan-suram-bin-sendu seperti dalam film Wacthmen dan Sin City.

Hujan yang Terakhir adalah Hujan yang menyeramkan dan membuat takut orang, hujan seperti ini bisa jadi adalah hujan yang berubah menjadi bencana atau badai dan hujan dikala seseorang sedang diteror seperti hujan dalam film Return Of The Living Dead, Ghotika, The Day After Tomorrow, 2012, dan Cloudy With A Chance Of Meatball.

Eniwey, hujan memang bisa menyejukkan dan menyenangkan bila turun sewajarnya (apalagi seperti dalam film Cloudy With A Chance Of Meatball yang super yummy), tapi bisa menjadi musuh yang sangat menakutkan bila terlalu deras dan menyebabkan banjir dan longsor. Kebetulan pula musim hujan kali ini kita kedatangan film Ninja Assasins yang adegannya banyak di lakukan saat hujan plus dengan bintang utama bernama The Rain alias hujan.




Movie Review : Ninja Assasins [2009]


"..Fear Not The Weapon, But The hand That Wields It.."

CITO 21, Row B-6, Studio 5, Date 02 Desember 2009, Time 14.25WIB, Rp 20.000;
----------------------------------------------------------------------------------

Review : Kapankah terakhir kali anda nonton film (yg berjudul) Ninja? Atw setidaknya ad karakter ninja di dalamnya? Bagi penikmat film gw yakin kebanyakan langsung angkat kaki eh kliru yg bener tu angkat tangan seraya bilang film G.I.Joe : The Rise Of Cobra, nggak salah memang karena mungkin sangking jarangnya film bertema Ninja diangkat ke layer lebar akhir2 ini. Nah, itu pula alasan gw untuk antusias nonton film ini meski nontonnya baru kemaren sore (telat.com) karena kemaren masih buk-masibuk ngurusi skripsi, tugas kelompok (sungguh susah ngumpulin temen2), dan hal2 laennya yg meski kecil tapi berhubung numpuk ya akhirnya gw K.O. juga hehe kebiasan buruk yg nggak patut dicontoh. Cukup sudah curhatnya, sekarang mari kita membedah (ntar tak robek2 pkoknya) ni film yg telah ngabisin duit gw sebesar 15 rebu perak.

Intinya gw pengen langsung nyrocos tentang cerita filmnya se-singkat2nya, jd gw nggak ingin nyritain film ini panjang-lebar-tinggi-apalagi-diameter. Pengen tau ya langsung aja k bioskop. Alkisah dahulu kala (hahaha kayak mw nyritain kisah majapahit aja) sebelum ada hape triji dan sebelum suramadu di bangun (apa kaitannya sih?) ad klan ninja yg bernama Ozunu, klan ini mendidik anak2 yatim untuk di jadiin ninja super gendeng bin tukang jagal terbaik kelak. Kemudian lahirlah pendekar-tanpa-tanding yg bernama Raizo (The Rain) anak didk klan tersebut, di laen tempat Mika (Naomi harris) sedang menyelidiki klan ninja ini yg dicurigai melakukan pekerjaan kotor dan menghubungkan langsung dg pejabat tinggi Negara. Adegan2 kemudian adlah atraksi2 ninja versi modern yg kadang absurd untuk dicerna akal sehat, maen bak-bik-buk dah pokoknya hehe. Awal film adalah cobaan berat bagi penonton yg udah menganggap film Babel, Crash, Eternal Sunshine Of The Spotless Mind, 21 Gram, dan Pulp Fiction> adalah makanan sehari2, namun dari tengah sampe ke belakang kita bakalan lebih fun dengan sajian pertarungan tikus-kucing hingga selesai. Aneh sih sebenarnya, ada ninja berperilaku kayak preman jalanan, okelah mereka berprofesi sebagai pembunuh bayaran tapi bukankah ninja dikenal sebagai pendekar misterius dan melakukan aksinya secara rapi? Menunggu dan bukan malah menyerang? Membunuh yg perlu dibunuh? Ah, mungkin itu teori usang dari sifat ninja masa lalu kali yah? Ya iayalah bro sekarang (katanya) kalo nggak bikin sensasi n nggak masuk tipi kan di cap ketinggalan abad.


Meski bagi sebagian orang film ini masuk kelas cetek (gw nggak suka dg gaya endingnya), dan bahkan ada yg memplesetkan judulnya dari Ninja Assasins menjadi *maaf* Tinja Assin. Tapi marketing film ini sangat manjur bila si cewek ngajak liat New Moon di studio sebelah para cowok sebagian besar akan berat hati, tapi bila sang cowok ngajak liat film ini si cewek langsung mau karena faktor The Rain. Jadi pd akhirnya keduanya sama2 suka, klop bukan? Hehe. Baik Ninja Assasin (The Rain) maupun New Moon (Robert Pattinson) mempunyai alasan yg sama mengapa para cowok pada eneg, kasus yg sama juga pernah menimpa film Titanic (Leonardo DiCaprio) 13 thun yg lalu. Ngomong2 tentang The Rain, penyanyai asal korea yg nyambi jadi actor ini aslinya bermain biasa2 aja. Tapi usahanya membentuk tubuh menjadi lebih kekar n six-pack patut dipresiasi, bila king Leonidas mbuka lowongan, gw yakin dia bakal lolos test pendaftaran prajurit 300 selanjutnya :)

Gaya perang film ini mirip Kill Bill yg sadis kayak tukang jagal di pasar hewan namun dengan dialog yg lebih sederhana, klise, dan gampang di tebak. dan mnurut gw film ini amat-sangat-tidak layak di konsumsi anak2 ingusan (meski effect darahnya sangat terlihat jelas bo’ongannya). Overall filmnya lumyan bagus terutama karena minggu2 ini gw lagi banyak masalah dan kesibukan yg menguras otak dan tenaga maka layaknya film 2012 yg kemaren gw tonton, kita sebagai penonton Cuma tinggal duduk manis sambil nikmati popcorn dan atraksi2 hebat hasil jerih-payah-keringat para crew Hollywood selama mbuat film ini. Jadi kita nggak perlu kepikiran smpe2 nggak bisa tidur gara2 ceritanya yg belum sampai membuat dahi keriput dan kepala anda botak, bukan?.

Ninja Assasins Best Quote :
Raizo: [to Ozuno] The breath I take after I kill you will be the first breath of my life.
Ozunu: Weakness compels strength, betrayal demands blood. 

Ninja Assasins Movie Scene Gallery :

Related Posts with Thumbnails
top