Showing posts with label Bioskop. Show all posts
Showing posts with label Bioskop. Show all posts

Movie Review : The Lovely Bones [2009]

Nah hasrat nonton film Lovely Bones sedari dulu akhirnya sukses juga, puas rasanya mengingat saya selalu mengagumi semua karya Peter Jackson sebelum film ini.
 .
Poster Film The Lovely Bones
.
Resolusi yang ingin diwujudkan oleh Sutradara yang kerap memakai teknology digital dalam setiap karyanya ini mungkin direspon kurang positif oleh penggemarnya, nama besar Lord Of The Ring dan Kingkong jelas menjadi batu sandungan yang akan selalu menghantui segala aspek kemungkinan terburuk dari drama adaptasi karangan Alice Sebolt ini. okelah Kingkong kita singkirkan terlebih dahulu meski film monyek raksasa tersebut masih sangat megah kecuali naskahnya yang berada pada level aman, adaptasi sebelumnya sungguh merupakan mahakarya yang terus terang berbeda level bila harus disandigkan dengan film Lovely Bones ini. namun usaha keras itu bukannya tidak ada, kisah tentang Sussie yang kental dengan aroma drama pembunuhan ini diterjemahkan dengan sangat baik, padaahal secara cerita sebenarnya agak sederhana. point possitif karya Peter Jackson ini [juga dalam versi Kingkong] terletak pada visualisasi mewah tiap scene yang dibangun sesuai suasana hati pemainnya.

 .
Pemain : Mark Wahlberg, Susan Sarandon, Rachel Weisz, Stanley Tucci, Saouirse Ronan, Michael Imperioli, Jake Abel, Amanda Michalka.
Sutradara : Peter Jackson
Naskah : Fran Walsh dan Philippa Boyens
Tanggal Rilis : 7 April 2010 [Indonesia]
Durasi : 136 Menit
Jenis : Drama, Fantasy, Thriller
Tagline : The Story Of A Life And Everithing That Came After
Distributor : Dreamwork SKG
.
Sinopsis : Susie Salmon (Saoirse Ronan) sebenarnya hanya ingin mencari jalan paling singkat menuju rumahnya saat pulang sekolah. Celakanya ide sederhana ini berubah menjadi malapetaka ketika ia bertemu George Harvey (Stanley Tucci), tetangga Susie yang ternyata adalah seorang psikopat. Sayang semuanya sudah terlambat. George lantas memperkosa Susie dan menghabisi gadis belia ini. George kemudian memotong-motong tubuh Susie dan membuangnya di sebuah lubang di tempat yang terpencil. Tubuh Susie tak pernah ditemukan kecuali sepotong tangan yang tercecer saat George membuang tubuh Susie. Pasca kematian Susie ini, keluarga Susie mulai didera perasaan bersalah. Perlahan keluarga yang semula harmonis ini mulai terpecah belah. Jack (Mark Wahlberg), ayah Susie mulai sering mengurung diri sementara Abigail (Rachel Weisz), ibu Susie mulai dekat dengan detektif Len Fenerman (Michael Imperioli) yang menyelidiki kasus kematian Susie. Pada saat petunjuk mengenai kematian Susie mulai terungkap, George Harvey telah lama menghilang sementara keluarga mendiang Susie pun sudah terpecah-belah.
.
Review : Tidak ada yang keliru memang bila Peter mengangkat tema Drama, namun jujur bukan disinilah bidang Peter. meski baik LOTR maupun Kingkong masih berbau drama, tapi berbeda dengan drama yang diracik disini, film ini serasa kehilangan sentuhan Peter yang megah dan raksasa tanpa ada monster ganas seperti dalam LOTR dan tidak ada dinosaurus ngamuk seperti dalam Kingkong, jelas pilihan bangting setir ini bagi saya hanyalah uji coba dari Peter Jackson saja dengan bermain-main diluar kebiasaannya. akting pemainnya lantas hanya mengandalkan sussie seorang, Mark Walhberg tidak berkembang meski dibeberapa bagian terlihat menonjol. Susan Sarandon dan Rachel Weisz bermain baik namun masih berada dibawah film-film yang pernah membuatnya tenar sebelumnya, Stanley Tucci malah terlihat paling mempunyai greget dengan sifatnya yang misterius namun ternyata psikopat dan pelaku pelecehan seksual. Overall, mungkin meski hal ini tidak akan dipertahankan oleh Peter [semoga saja demikian] hemat saya, sebaiknya Peter menjauhi tema drama "sederhana" seperti ini. meski tetap karya yang satu ini tidak boleh dilewatkan begitu saja, namun gebrakan selanjutnya setidaknya jangan kemabli bermain-main dengan genre drama yang terbukti tidak laris dipasaran ini. Peter mungkin sudah kapok, dan hebatnya proyek Tintin dan The Hobbit bersama Steven Spielberg dan Guillermo Del Toro akan menandai kembalinya sang sutradara ke jalan yang benar yaitu fantasy.
Cast : Leonardo DiCaprio (Teddy Daniels), Mark Ruffalo (Chuck Aule), Ben Kingsley (Dr. Cawley), Max Von Sydow (Dr. Naehring), Michelle Williams (Dolores Chanal), Jackie Earle Haley (George Noyce).
Sutradara : Martin Scorsese
Naskah : Laeta Kalogridis dan Dennys Lehane
Tanggal Rilis : 3 Maret 2010 [Indonesia]
Durasi : 138 Menit
Genre : Crime, Drama, Mystery, Thriller,
Tagline : Someone Is Missing
Distributors : Paramount Picture

Review : Akhirnya nonton juga film ini, setelah menunggu lama dan setelah makin penasaran karena membaca ulasan baik dari blog film tetangga sebelah maupun media cetak seperti majalah film hasrat untuk nonton film ini makin serius saja. Martin Scorsese adalah sutradara yang sangat perfeksionis untuk urusan kualitas filmnya, tengok saja vitamin yang selalu diberikannya pada karya sebelum film ini kelar. rata-rata semuanya kelas A dan dipastikan selalu berujung pada acara festival bergengsi sedunia, hebatnya lagi kini dia memiliki anak asuh yang sangat tepat bernama Leonardo DiCaprio yang tak pernah bermain cetek disetiap filmnya kecuali The Beach yang memang rusak parah dari berbagai sisi. jelas kolaborasi keduanya merupakan tambang emas yang sangat berkualitas tinggi untuk kemudian dinikmati dalam sajian seni yang pekat dengan makna, meski terdengar terlalu serius. namun tidak melulu membuat film ini harus dihindari oleh penonton umum mengingat pembuktian kali ini adalah penguasaan tangga Box Office yang perkasa sebelum beberapa film popcorn datang menjegalnya, hal ini juga menjadi ending yang sama dengan The Departed yang juga laris manis dipasaran sekaligus berkualitas tinggi yang sanggup memenangkan berbagai piala bergengsi semacam Oscar.

Sinopsis : Film ini secara umum (21cineplex.com) Tahun 1954, dua Marshall Amerika menyelidiki hilangnya salah seorang pasien di rumah sakit para tahanan disebuah pulau di Massachusetts. Mereka menemui banyak rintangan saat mereka menginterogasi kepala rumah sakit, badai dahsyat dan semua keganjilan-keganjilan disekitar rumah sakit tersebut.


Keganjilan demi keganjilan yang datang menuruni setiap scene film ini terlihat begitu fantastis dengan penghayatan tingkat tinggi dari semuar element dalam filmnya, Leonardo bermain terbaiknya sebagi Teddy disini. kualitas aktingnya begitu baik sejajar dengan performa sebelumnya dalam Revolutionary Road, The Departed, dan Blood Diamond. selain Leo, hampir semua pemain begitu sempurna dalam penghyatan karakter yang diembannya, terhitung mulai Mark Ruffalo, hingga Haley yang sebentar lagi akan kita lihat lagi aktingnya dalam Nightmare On Elm Street sebagai Freddy. selain cerita dan kualitas Akting dari pemainnya, film ini juga sangat mengusung suasana noir yang kental dan detail. iringan musik score dan beberapa penggalan lagu klasik membuat tingkat kemisteriusan film ini makin terjaga dengan baik untuk mengantarkan penonton pada ending yang yang kerap membuat orang takjub tentang apa yang sebenarnya terjadi, penggambaran halusinasinya juga begitu indah sekaligus menakutkan dan mencekam untuk kita dalami.

Overall, terlalu lebay memang jika kita menanjungnya setinggi langit. namun hal itu kemudian dapat dimaklumi mengingat keakuratan dan tingkat detail yang diberikan begitu hangat dan sangat berkualitas melebihi ekspektasi penonton sebelumnya, untuk malasah ending 20 menit terakhir dalam film ini bukanlah masalah hal itu kemudian seperti gampang ditemukan kunci jawabannya. namun perjalanan menuju ending dari awal film ini membuat kita bilang bahwa inilah mahakarya berkualitas yang patut diapresiasi lebih mengingat tiap jengkal dari kisahnya dibuat setulus hati hingga berdampak manis yang akan dikenang oleh penonton setidaknya satu dekade kedepan.

Jelas Film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton bila bioskop di daerah masih memutarnya, dan kemudian dikoleksi untuk konsumsi home video pada saat perilisan DVD/BD originalnya kelar nanti..


Movie Review : The Book Of Eli [2010]

Bagi saya tidak banyak aktor kulit hitam yang minimal baik secara akting maupun memiliki popularitas sebagai aktor favorit, dan jelas Denzel Washington berada dalam list pemain kulit hitam paling top selain Will Smith dalam dunia perfilman. film The Book Of Eli yang sedianya dirilis januari yang lalu memang menajdi incaranku sebagai film pembuka tahun 2010 selain Edge Of Darkness yang sudah sukses saya tonton awal tahun tersebut, namun ternyata khusus film Washington ini mengalami penundaan dalam perilisannya di Indoensia.

Poster Film The Book Of Eli [2010]

Secara umum film ini bercerita tentang (21cineplex.com) suatu masa di masa depan, tiga puluh tahunan setelah perang terakhir, seorang pria berjalan kaki menyusuri kota mati yang dahulunya adalah Amerika. Jalanan menjadi milik kelompok-kelompok jahat yang sanggup membunuh demi sepasang sepatu, seteguk air atau demi tanpa apa pun. Namun kekuatan mereka tidak sebanding dengan musafir ini. Seorang ksatria dengan sebuah tugas, Eli (Denzel Washington) mencari kedamaian, namun jika ditantang, ia akan mengalahkan semua penyerangnya sebelum mereka sadari kesalahan mereka. Bukan nyawanya yang ia jaga melainkan harapan untuk masa depan, sebuah harapan yang ia bawa dan lindungi selama tiga puluh tahun. Dorongan komitmen dan kepercayaan yang lebih besar dari yang ia miliki, Eli melakukan apa yang seharusnya ia lakukan dan terus menerus. Hanya ada satu lawan yang mengetahui kekuatan Eli, dan ia ingin merebutnya yaitu Carnegie (Gary Oldman), raja egois yang memimpin kota para pencuri dan penembak. Sementara itu, anak angkat Carnegie, Solara (Mila Kunis) terpesona oleh Eli karena alasan lain visi yang ditawarkan Eli melebihi yang dimiliki ayah tirinya. TIdak mudah mengalahkannya. Tidak ada tidak seorang pun dapat menghalanginya. Eli harus mencapai tujuannya dan membawa bantuan bagi umat manusia

Film ini pada awalnya memiliki pemandangan khas film lain yang beraroma post-apocalyptic atau jaman pasca kiamat semisal I Am Legend, The Road, Terminator Salvation, Waterworld, dan lain lain, kelebihan film ini mungkin terlihat pada imbuhan action dari Denzel dengan kelompok manusia yang semakin kanibal tersebut. konsep cerita yang bawa oleh film ini sedikit mengarah pada sisi religius dan mungkin lebih tepat sebagai film religius namun dengan tambahan action didalamnya, perjuangan Eli untuk melindungi buku ini sebenarnya cukup aneh apabila dia kemudian bertujuan untuk membuat manusia kembali menjadi manusia dan memiliki rasa kemanusiaan mengingat kondisi pasca kiamat di film ini menggambarkan manusia-manusianya memiliki cara berfikir yang instan dan primitif semenjak makin berkurangnya harapan untuk bertahan hidup secara standard semisal makan minum dan lainnya. imbuhan action jelas berpengaruh terhadap hasil akhir dari film ini, terlihat meski sedikit namun gaya "perang" yang diperlihatkan cukup maksimal ditengah dunia yang sudah tidak terurus dan sangat muram durja ini. Menilik kualitas acting terutama untuk Denzel Washington, dia bermain baik disini meski bagi saya masih berada jauh dibawah Indside Man [2006] dan berselisih tipis dengan American Gangster [2007]. dengan pakaian lusuh dan bibir kering serasa sudah berhari-hari belum minum namun memiliki insting bertarung yang jujur sangat hebat untuk kalangan orang yang sedang dilanda dehidrasi, Gary Oldman juga bermain bagus di film ini dan ternyata juga sanggup bermain dikarakter jahat yang berbanding terbalik dengan peran sebelumnya dalam film The Drak Knight [2008]. yang terlihat kurang mungkin akting Mila Kunis yang hanya kebagian peran "pemanis" dalam film ini, karakternya kurang berkembang meski cukup sentral dari awal hingga akhir selain kedua aktor diatas.

Overall, sangat disayangkan memang Denzel Washington mau terlibat dalam film ini mengingat temanya yang agak popcorn meski secara spesifik masih original terutama bagian pengembaraan ini setidaknya sebelum film ini belum ada yang mengangkat tema religius pasca kiamat, bagaimanapun Denzel tetap menjadi penyelamat film ini layaknya I Am Legend yang terlselamati oleh Will Smith tempo hari. dan bahkan beberapa pengamat mengatakan bahwa film The Book Of Eli merupakan salah satu film terburuk milik Denzel Washington, namun apapun itu film ini masih memiliki point positif. agak kurang begitu recomended kecuali bila anda memang menyukai kisah post apoclypstic semisal knowing dan kawan-kawannya.

Pemain : Dnezel Washington, Gary Oldman, Mila Kunis, Ray Stevenson, Jennifer Beals, Frances De La Tour, Micahel Gambon.
Sutradara : Albert and Allen Hughes
Durasi : 117 Menit
Penulis Naskah : Gary Whitta
Produser : Joel Silver, Denzel Washington, Susan Downey.
Distributor : Columbia Pictures
Homepage : http://thebookofeli.warnerbross.com/


Movie Box Office 16 - 18 April 2010



Daftar Box Office Mingguan [16 - 18 April 2010]
.
01. Kick Ass $ 19.282.000
02. How To Train Your Dragon $ 19.633.000
03. Date Night $ 16.720.000
04. Death At A Funeral $ 16.217.000
05. Clash Of The Titans $ 15.385.000
06. The Last Song $ 5.962.000
07. Tyler Perry's Why Did I Get Married Too $ 4.098.000
08. Alice In Wonderland $ 3.656.000
09. Hot Tube Time Machine $ 3.490.000
10. The Bounty Hunter $ 3.084.000


Note : Ternyata film adaptasi komik Kick Ass langsung menuju tangga Box Office, meski cuma mengais 19 juta lebih sedikit plus hanya terpaut sedikit dari How To Train Your Dragon. namun kemudian hal itu menjadi luar biasa karena sejatinya film ini bukan Iron Man ataupun Batman Begins yang terlihat serius, Kick Ass adalah film longor yang dikhususkan hanya bagi penonton remaja. selain film ini, ada juga Death At A Funeral yang hanya mampu berada diposisi nomer empat setelah Date Night. bagaimanapun Kick Ass masih tetap ditunggu kedatangannya ke bioskop Indonesia, karena selain itu bagi saya belum ada mood yang baik untuk kembali ke bioskop.

Movie Review : Green Zone [2010]



Sinopsis : Selama pendudukan Amerika di Baghdad tahun 2003, Kepala Perwira Roy Miller (Matt Damon) dan tim inspektur Angkatan Darat dikirim untuk menemukan senjata pemusnah massal yang diyakini disimpan di padang pasir Irak. Melacak situs bom berbahaya, para perwira ini mencari agen kimia berbahaya namun tersandung pada hambatan yang dapat membatalkan misi mereka. Dipusingkan oleh jadwal operasi yang dipercepat, Miller harus memburu agen tersebut melalui intelijen rahasia dan tersembunyi untuk mendapatkan jawaban yang jelas tentang kejahatan perang di wilayah yang tidak stabil. Dan saat keadaan makin memanas, Miller menemukan senjata yang paling sulit dipahami dari semuanya yaitu kebenaran
Penggalan Cuplikan Dari Film Green Zone [2010]


Review : Bicara film Green Zone tak ubahnya ketika kita sedang mengulik kembali franchise Bourne yang mengusung pemain, sutradara, dan beberapa element lainnya dalam film tersebut. namun disini Matt Damon bukanlah penderita amnesia, karena Miller (Damon) adalah pasukan khusus yang bertugas di Irak untuk mencari keberadaan sebuah senjata Kimia/Biologi. sejak peristiwa 9/11 Amerika memang giat dalam memerangi teroris ke seluruh penjuru bumi, namun khsusus film ini ada pandangan berbeda tentang perang yang sebenarnya dikumandangkan oleh negeri paman sam. sebuah usaha yang berujung kontroversial memang, namun bisa jadi hal tersebut memang kebenaran yang belum kita pahami.

Akting Matt Damon cukup baik disini menandakan bahwa Paul merupakan penyelamat setelah beberapa kali main difilm lainnya yang ternyata kurang direspon positif oleh beberapa kalangan, setelah sukses menghidupkan karakter Bourne yang dingin namun mematikan di film ini Damon juga lumayan berhasil menghidupkan karakter Miller yang kerap mempertanyakan tentang apa yang sebenarnya terjadi dibalik misi yang berujung nihil tersebut. sebagai musuh, Yigal Naor juga terlihat bengis namun tenang dengan prinsip yang dianutnya. begitu pula dengan pemeran reporter, Agen CIA, dan pemegang kunci anatara Irak dan Amerika, semuanya bermain baik.

Secara teknis, setting Irak yang ditampilkan disini merupakan visualisasi yang sangat mengagumkan dan tampak real. padahal perlu diketahui, tampilan Irak disini bukanlah Irak yang sebenarnya alias syuting ditempat lain diluar Irak. point tersebut nampak terjalin dengan baik apalagi dengan tambahan score dari John Powell yang memang ahli dalam meracik nada-nada tegang dan mencekam untuk mendukung feel dalam filmnya, selain itu ciri khas Paul yaitu Handheld Camera tetap dipertahankan dalam film ini sehingga terciptalah suasana film yang digabung anatara kamera yang berdetak cepat secepat jantung berdebar diiringi oleh score yang mencekam yang terlihat juga dari suasana Irak yang tidak pasti dan penuh misteri karena sewaktu-waktu kita bisa celaka dibuatnya.

Well, pada akhirnya tema yang sensitif ini tetap menghantui penghasilan film ini hingga detik ini. karena melihat Hurt Locker yang meraih enam Oscar saja tidak laris yang padahal temanya sudah bersahabat dengan Amerika, apalagi dengan tema sesensitif seperti karya Paul ini. namun meski begitu film ini tetap baik dan sangat direkomendasikan untuk ditonton baik bila dibioskop sudah mabis masa tayangnya maka home video merupakan jalan selanjutnya. karena sepertinya harga Blu Ray dan DVD sekarang semakin murah saja demi menarik minat konsumen untuk mengoleksinya kelak.

Pemain : Matt Damon (Roy Miller), Yigal Naor (General Al-Rawi), Nicoye Banks (Perry), Said Faraj (Seyyed Hamza), Jerry Della Salla (Wilkins), Sean Huze (Conway).
Sutradara : Paul Greengrass
Naskah : Brian Helgeland dan Rajiv Chandrasekaran
Tanggal Rilis : 12 Maret 2010
Durasi : 115 Menit
Genre : Action, Drama, Thriller, War.
Tagline : "Chief Warrant Officer Roy Miller is done following orders"
Distributor : Universal Pictures
Rating : R



Fenomena Dan Trend Film 3D Dan Bioskop 3D : Top 3D Movie List 2010


Peta perfilman dunia (baca hollywood) sekarang bergeser pelan tapi pasti ke arah pemanfaatan teknology 3D, apalagi setelah kesuksesan Avatar yang merupakan film 3D terlaris sepanjang sejarah hingga hari ini. bila di tahun 2009 lalu jumlah film yang memakai format 3D yang mengharuskan tiap penontonnya memakai kacamata khusus hanya berjumlah hitungan jari tangan, maka tahun ini jumlah itu ditambah dengan jari kaki. sekitar 22 film yang akan beredar tahun ini memakai format 3D untuk bioskop 3D standard, RealD, dan bahkan IMAX 3D, judul-judul populer semisal Shrek 4, Harpot edisi ke-7, Alice, hingga Saw VII yang kini ikutan meramaikan sensasi film 3D. tentu pertimbangan pemilihan format ini mengandung dua unrsur yaitu positif dan negatif, unsur positifnya adalah perluasan pasar. maksud disini adalah sebuah film yang dibuat khusus 3D pasti memiliki versi 2D, jadi hitungan penonton juga akan melonjak, apalagi versi 3D sangat disukai oleh kaum anak-anak. selanjutnya adalah visualisasi dari sensasi special effectnya bener-bener hidup, jadi kita sekakan-akan berada pada dunia yang ada dalam filmnya. namun 3D juga mengandung point negatif terutama bila sebuah film tertentu dipaksakan menjadi 3D, unsur kekurangan ide  dan sekedar ikutan trend adalah biang keladinya, selain itu khusus wilayah Indonesia tidak semua warga negara ini yang menguasai bahasa inggris jadi sangat menyulitkan untuk mencerna dan mengikuti ajalan ceritanya, pengecualian terjadi untuk kasus film How To Train Your Dragon yang sekarang sudah menyediakan subtitle indonesia kedalam filmnya. point negatif lainnya adalah masih kurangnya jumlah bioskop 3D diseluruh nusantara, bahkan diajawa timur saja bisokop 3D hanya terdapat di SUTOS (Surabaya Town Square) saja.
Bioskop yang menyediakan format 3D dan RealD di indonesia yaitu :

Cinema 21/XXI
Jakarta di : Gading XXI, Plaza Indonesia XXI, Plaza Senayan XXI, Pondok Indah XXI, Puri XXI, Senayan City XXI, Studio XXI EX
Bandung di : Ciwalk XXI
Medan di : SUN
Bogor di : Botani XXI
Tangerang di : Serpong XXI
Bekasi di : Mega Bekasi XXI
Surabaya di : Sutos XXI

Blitz Megaplex
Paris Van Java, Bandung
Grand Indonesia, Jakarta
Pasific Place, Jakarta
Mall Of Indonesia, Jakarta
Teras Kota, Tangerang


Daftar Film 3D yang akan dirilis tahun 2010

01. Alice In Wonderland (05/03/10)
02. Hubble (19/03/10)
03. How To Train Your Dragon (26/03/10)
04. Clash Of The Titans (02/04/10)
05. Shrek 4 : Forever After (21/05/10)
06. Toy Story 3 (18/06/10)
07. Cats And Dogs 2 : The Revenge Of Kitty Gallore (30/07/10)
08. Despicable Me (09/07/10)
09. O Apostolo (2010)
10. Step Up 3 (06/08/10)
11. Piranha (27/08/10)
12. Resident Evil 4 : Afterlife (10/09/10)
13. Legend Of The Guardians (24/09/10)
14. Alpha And Omega (01/10/10)
15. Jackass 3 (15/10/10)
16. Saw VII (22/10/10)
17. Megamind (11/10)
18. Tangled (12/11/10)
19. Harry Potter : The Deathly Hollow Part 1 (19/11/10)
20. Amphibious (2010)
21. Tron Legacy (12/2010)
22. Avatar (Re-Release For Summer)

(Darftar film diatas diambil dari situs Flick/majalah online)

Data Box Office Untuk Peringkat 15 Film 3D Teratas Sepanjang Masa Hingga Tanggal 29 Maret 2010 (boxofficemojo.com):

01. Avatar $740.408.000
02. Alice In Wonderland $293.100.000
03. Up $293.004.000
04. Monster Vs Aliens $198.352.000
05. Ice Age : Dawn Of The Dinosaurs $ 196.573.000
06. The Polar Express $181.320.000
07. A Christmas Carol $137.855.000
08. Chicken Little $135.386.000
09. Cloudy With A Chance Of Meatball $124.870.000
10. G-Force $119.436.000
11. Bolt $114.053.000
12. Spy Kids 3D : Game Over $111.761.000
13. Journey To The Center Of The Earth $101.704.000
14. Meet The Robinson $97.822.000
15. Beowulf $82.280.000

Beberapa Cuplikan Film 3D Tahun Rilis 2010
 



"Legenda Pertempuran Antara Bawang Merah Dan Bawang Putih Di Negeri Dongeng Yang Indah Dan Nyentrik"

SUTOS XXI, Row A-9, Studio 6, Date 04 Maret 2010, Time 12.15 WIB, Rp 25.000
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Alice In Wonderland Review : Seperti biasa di bulan Maret ini mulai banyak film yang berkualitas atau minimal menghibur datang sebagai pemanasan menjelang pesta film musim panas tahun 2010 yang akan digelar bulan Mei depan, judul yang populer datang mulai dari Alice In Wonderland baik untuk 2D, 3D, RealD, dan IMAX 3D, Green Zone, Clash Of The Titans yang juga memakai 2 format (2D dan 3D), How To Train Your Dragon (2D/3D/RealD/IMAX3D),  Remember Me, dan Runaway. apalagi ditambah datangnya film Shutter Island yang memang telat masuk bioskop kecuali bioskop di wilayah kota Jakarta, well hari ini salah satu judul yang saya sebutkan diatas sudah dirilis yaitu Alice In Wonderland 3D. Film ini sekaligus film keempat yang saya tonton dibioskop sepanjang tahun 2010 hingga hari ini, sebelumnya ada Edge Of Darkness, From Paris With Love, dan My Name Is Khan minggu lalu. sebelumnya saya pribadi sebagai penggemar film juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak bioskop untuk beberapa judul film tertentu dirilis mendahului negara asalnya (Hollywood) karena setau saya film Alice In Wonderland ini di Amerika masih dirlis tanggal 5 Maret 2010, sedangkan Indonesia hari ini (4 Maret 2010) sudah tayang.

Diluar masalah film, duit buat hidup sebagai anak kostn semakin menipis saja. bahkan ini saya saya bela-belain nonton karena faktor penasaran, apalagi perilaku ibu kost beberapa hari ini semakin ganjil dan tidak masuk akal membuat semua penghuni kosn jawa 2/12 nggak betah hingga ada yang mau pindah segala.

membicarakn Alice kurang lengkap pula rasanya bila tidak membicarakan tentang trend booming film berformat 3D semakin menggila saja, untuk tahun ini film Alice In Wonderland menjadi film pertama yang kemudian di susul oleh How To Train Your Dragon dan Clash Of The Titans di bulan april. beberapa film lain bahkan sedang berbondong-bondong mengusung filmnya menjadi tayangan khusus untuk bioskop 3D, RealD, dan IMAX 3D, yang unik adalah beberapa judul seperti Step-Up 3, Saw VII, dan Piranha juga ikut-ikutan memakai format yang mengharuskan penontonnya memakai kacamata khusus ini. jelas hal tersebut merupakan ide yang dangkal meski dengan alasan ingin mengeruk untung lebih mengingat ticket untuk bioskop 3D memang jauh lebih mahal, karena toh 3D tetap memiliki nilai minus yaitu bagi mereka yang belum fasih dalam bahasa inggris wabil khusus listeningnya. 

"You've got a very important date" 

kembali ke Alice, bahagia adalah kata yang tepat untuk menandakan bahwa proyek ini berada pada tangan yang tepat. ya Tim Burton dengan segala keunikannya yang gelap dan nyentrik akan membawa kita ke dunia Wonderland seperti yang telah dia buktikan sebelumnya, dan bahkan film ini seakan-akan merupakan penggabungan dari berbagai film yang pernah dibuat olehnya mulai dari Sleepy Hollow, Nightmare Before Christmas, Copse Bride, Charlie And Chocolate Factory, dan Sweney Todd. lebih menggembirakan lagi adalah lagi-lagi aktor dan aktris langganan Tim ikut tampil disini, yaitu Depp yang merupakan proyek ke tujuhnya bersama Tim, ada pula Helena yang merupakan istri Tim sendiri. jadi wajarlah bila saya berharap banyak terhadap film ini, tentunya teknology 3D juga mengtrol saya untuk bilang bahwa film ini layak dinanti.


Sedikit Sinopsis yang saya ambil dari situs resmi 21cineplex, Alkisah Kingsleigh Alice (Mia), 19 tahun, menghadiri pesta di Victoria Estate London setelah kematian ayahnya tercinta. Disana, tanpa sepengetahuan Alice, sebuah pesta pertunangan telah direncanakan oleh ibu dan saudara perempuannya. Saat seorang pemuda sombong dan membosankan, Hamish Ascot melamar Alice di gazebo dan disaksikan ratusan warga dari berbagai jenis, perhatian Alice justru tertuju pada kelinci berbintik putih yang mengenakan rompi dan arloji saku. Dalam keterkejutan dan kebingungan, ia berlari ke dalam labirin mengikuti si Kelinci Putih, hingga ia terjatuh ke dalam lubang menuju negeri Underland, di mana ia telah mengunjunginya sepuluh tahun yang lalu, tetapi ia tidak mengingatnya tetapi penduduk dari dunia sihir mengingatnya dan merindukannya. Di Wonderland, ia bertemu kembali dengan teman-teman masa kecilku, termasuk Mad Hatter, (Depp) yang memberitahukan Alice bahwa mereka membutuhkan bantuannya menyingkirkan Ratu Merah (Helena), yang telah merebut Wonderland dari adiknya, Ratu Putih (Anna). Alice mulai beraksi tubuhnya mulai membesar dan mengecil dalam petualangan menemukan jati dirnya sekaligus menyelamatkan Wonderland beserta teman-temannya

setelah lama menunggu dan penasaran sekaligus takjub sewaktu nonton trailernya, akhirnya saya nonton juga film ini. saya memang lebih mengutamakan yang 3D karena penasaran dengan adegan-adegan yang ditampilkan dalam trailernya, namun entah karena ekspektasi saya terhadap film ini terlalu besar saya kemudian menilai film ini biasa-biasa saja. untuk ukuran Tim, cerita yang dibangun kurang punya isi yang bergizi apalagi dilengkapi oleh vitamin dan mineral yang cukup untuk bertahan menit demi menit hingga ending kredit kelar. cerita film ini terlalu digampangkan, bahkan adegan perang yang ditunggu-tunggu di sebuah lapangan yang sekilas mirip bidak catur dengan pasukan kartu reminya yang komikal dan seekor naga yang sangat buas ternyata kurang berkesan. mungkin masalah selera sih, sisi subyektifitas berpengaruh disini. kredit khusus untuk effect 3D-nya yang menurut saya tidak begitu tampil baik, bahkan awal film hingga sebelum Alice jatuh ke Wonderland sama sekali tidak memakai tekonology 3D. karena waktu itu saya melepas kacamata dan ternyata layar bioskop jernih, kan kalau ada effect 3D biasanya layar bioskop blur.

Alice In Wonderland Movie Quote :
The Mad Hatter : What a regrettably large head you have. I would very much like to hat it. I use to hat The White Queen, you know. Her head was so small.
The Red Queen : It's tiny. It's a pimple of a head.

The Mad Hatter : There is a place. Like no place on Earth. A land full of wonder, mystery, and danger! Some say to survive it: You need to be as mad as a hatter.
The Mad Hatter : Which luckily I am.

Alice Kingsley : This is impossible.
The Mad Hatter : Only if you believe it is.

The Red Queen : Off with their heads!

untuk urusan teknis, akting Johnny Depp seperti memang nggak perlu diraguka lagi karena sangking seringnya bermain-main di wilayah karakter-karakter nyeleneh semacam kapten Jack Sparrow dalam film Pirates Of The Caribbean. tentu juara akting dipegang oleh Red Queen yang diperankan oleh Helena Bohnam Carter, saya suka dengan tata riasnya yang banyak dibalut oleh CGI. untuk pemeran Alice lumayan baik meski untuk beberapa adegan nampak kurang menguasai akting, dan yang lucu menurut saya datang dari si kembar Tweedlee/Tweedledum dan White Queen, mengapa White Queen? tak lain karena perilakunya yang memang di buat bak orang yang kecanduan balet dengan tangannya yang selalu melayang-layang. finally, film ini memang sangat unggul dibagian effect imajinasi saja bagai Tim membentuk dunia Underland dengan sangat komikal namun indah dan nyata. begitu pula dengan seluruh isi istana Red Queen yang semuanya membentuk hati, bahkan tempat tiang gantungan plus kapak milik sang eksekutornya pun berbentuk hati yang lucu.

Well, Alice In Wonderland adalah penanda film pertama yang saya tonton di bulan Maret ini, tinggal nunggu Green Zone dan How To Train Your Dragon 3D minggu depan.

untuk film ini saran saya, bagi yang tidak begitu menguasai bahasa inggris mending nonton yang 2D saja. karena film ini lumayan banyak dialognya, selain itu effect 3D-nya kurang begitu menohok mata. btw selera pribadi masing-masing orang memang beda jadi tontonlah filmnya dibioskop karena bagi saya film ini bukannya jelek namun semata-mata karena pengharapan saya saja yang terlalu tinggi terhadap film ini.Alice In Wonderland 

Alice In Wonderland Featurette Video

Cast :
Johnny Depp : Mad Hatter
Helena Bohnam Carter : Red Queen
Anna Hathaway : White Queen
Mia Wasikowska : Alice
Crispin Glover : Stayne/Knave Of Heart
Matt Lucas : Tweedledee/Tweedledum
Stephen Fry : Cheshire Cat
Michael Sheen : White Rabbit
Alan Rickman : Blue Caterpillar
Barbara Windsor : Dormouse
Paul Whitehouse : March Hare
Timothy Spall : Bayard
Marton Csokas : Charles Kingsleigh
Tim Pigott-Smith : Lord Ascot

Genre : Adventure, Family, Fantasy,
Director : Tim Burton
Writer :
Linda Woolverton (Screenplay)
Lewis Carroll (Books)
US Release : 5 Maret 2010
Distributors : Walt Disney Pictures
Duration : 108 Menit

Alice In Wonderland Scene Gallery :

Film Paling Di Tunggu Bulan Maret 2010


1. Alice In Wonderland
Di Bioskop, Tanggal 5 Maret 2010
Pemain : Johnny Depp, Helena Bohnam Carter, Anne Hathaway, Crispin Glover, Stephen Fry, Alan Rickman, Micahel Sheen, Timothy Spall.
Sutradara : Tim Burton

Download Alice In Wonderland Movie Trailers Disini :
http://www.4shared.com/file/233066594/3f3b822f/Alice_In_Wonderland_Movie_Trai.html
.

---------------------------------------------------------------------------------------------------
2. Green Zone
Di Bioskop, Tanggal 12 Maret 2010
Pemain : Matt Damon, Amy Ryan, Jerry Della Salla, Sean Huze, Said Faraj, Yigal Naor, Aymen Hamdouchi, Raad Rawi.
Sutradara : Paul Greengrass

Download Green Zone Movie Trailers Disini :
http://www.4shared.com/file/233651084/2cc5d0f1/Green_Zone_Movie_Trailers.html
 .

------------------------------------------------------------------------------------------------------
3. How To Train Your Dragon
Di Bioskop, Tanggal 26 Maret 2010
Pemain : Jay Baruchel, Gerard Butler, America Ferrera, Craig Ferguson, Jonah Hill, Christopher Mintz-Plasse, Christen Wiig, T.J. Miller.
Sutradara : Dean DeBlois dan Chris Sanders

Download How To Train Your Dragon Movie Trailers Disini :
http://www.4shared.com/file/233066566/56adffcc/How_To_Train_Your_Dragon_Movie.html
.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------
4. Clash Of The Titans
Di Bioskop, Tanggal 26 Maret 2010
Pemain : Liam Nesson, Sam Worthington, Ralph Fiennes, Gemma Arterton, Nicholas Hoult, Danny Houston, Alexa Davolus, Izabella Miko, Polly Walker.
Sutradara : Louis Leterrier

Download Clash Of The Titans Movie Trailers Disini :
http://www.4shared.com/file/233651058/90dde297/Clash_Of_The_Titans_Movie_Trai.html
.






Movie Review : My Name Is Khan [2010]


"My Name Is Khan, But I Am Not The Terorist"


SUTOS XXI, Row D-8, Studio-6, Date 15 Feb 2010, Time 12.15-14.55 WIB, Rp 20.000;
------------------------------------------------------------------------------------------------

Review : Hari jum'at Tanggal 12 bulan february tahun 2010 ini sebenarnya terdapat empat film besar dari Hollywood yang dirilis secara serentak di USA dan begitu juga negara kita Indonesia, ada Percy Jackson And The Olympians : The Lightning Thief, Valentine's Day, The Wolfman, dan My Name Is Khan. Kesemuanya adalah film berkualitas dan menghibur. Seperti biasa untuk bulan february, Film romantis yang dulunya dipegang oleh Will Smith dalam film Hitch kini di kuasai Valentine's Day yg juga menggebrak dengan langsung bertengger di puncak Box Office, ada pula film Horror yang sebelumnya di pegang oleh Constantine-nya Keanu Reeve dan remake Friday The 13th-nya Michael Bay yang kini di handle oleh Benicio Del Toro dalam film The Wolfman, dan yang terakhir adalah film Bollywood yang mulai dilirik oleh masyarakat Amerika pasca kemenangan mutlak Slumdog Millionaire tahun lalu yang kini di pegang oleh Shah Rukh Khan dalam film tentang drama pasca 9/11 berjudul My Name Is Khan. namun meski keempat film diatas dirilis serentak ditanah air, pilihan saya tetep jatuh ke film terakhir yaitu My Name Is Khan yang sudah menyihir dan membuat saya jatuh hati sejak pertama kali melihat movie trailernya di sebuah situs khusus trailer.

Eniwey, lewat pilihan nonton film My Name Is Khan inilah gue pertama kalinya dalam sejarah nonton film India di bioskop, seru juga namun yang membuat gue tersenyum sekaligus merasa ilfil adalah kebanyakan yang nonton film ini adalah dari kaum ibu-ibu dan bapak-bapak untuk kategori dewasa apalagi remaja daftarnya makin sedikit, meski bila dihitung gender pria adalah yang terbanyak ketimbang perempuan. tapi whatever-lah, karena untuk sekelas My Name Is Khan bagi saya lebih baik ketimbang lelah ngantri film  nusantara yang kebanyakan berkutat di sekitar komedi vulgar dan horror beraroma seks yang hanya menjual aurat. diluar demografi film Bollywood diatas, kesan saya terhadap film ini adalah banyak diantara penonton (dan mungkin juga dengan saya sendiri) berkaca-kaca setelah keluar dari bioskop pas filmnya sudah bubar, hmm this is Bollywood movie people! he.. nah selain nonton film, gue tadi juga mampir beli CD Audio baru di Disctarra dan sukses membawa pulang CD Endah N' Resha album Nowhere To Go dan Andre Harihandoyo And The Sonic People album Good Song For Your Soul yang memang sudah saya incar beberapa minggu yang lalu sebagai teman saat ngeblog dan nggarap skripsi di kosn.


Balik lagi ke film, My Name Is Khan dimulai saat Rizwan Khan (Shah Rukh Khan), yang diperiksa petugas bandara karena dicurigai sebagai teroris yang diakhiri dengan pernyataan Rizwan atas keinginannya untuk bertemu dengan presiden Amerika Serikat, kemudian cerita beralur mundur saat Rizwan masih kecil (Thanay Chheda) seorang muslim yang mengidap sindrom Asperger, hidup bersama ibu (Zarina Wahab) dan adiknya (Jimmy Shergill) di wilayah Borivali di Mumbai. Saat ia dewasa (Shah Rukh Khan), Rizwan pindah ke San Fransisco dan hidup bersama adik dan iparnya. Selama disana, ia bekerja sebagai sales obat kecantikan di perusahaan milik adiknya yang sudah menikah dengan Haseena (Sonya Jehan) seorang dosen psikologi dan merupakan orang pertama yang merasakan "keanehan" tingkah Rizwan. Rizwan kemudian jatuh cinta kepada Mandira (Kajol) seorang janda, yang beragama hindu sekaligus pengusaha salon yang terkenal. Kemudian mereka menikah dan mengembangkan usaha, namun setelah peristiwa 9/11, Rizwan dan Mandira mulai menghadapi beberapa kesulitan. Dimulai dari sebuah tragedi rasialis yang kemudian membuat mereka berpisah. Ingin kembali memenangkan hati istrinya, Rizwan melewati sejumlah petualangan salah satunya adalah bertemu dengan Mama Jenny (Jennifer Echols) yang beragama kristen di sebuah kota kecil yang damai dan keinginannya untuk bertemu presiden USA berjalan dengan penuh rasialis dan kejam namun kemudian menjadi sorotan oleh sebuah wartawan TV yang berkeinginan untuk mengangkat profilnya hingga mempertemukannya dengan presiden Barack Obama (Christopher B. Duncan). mengenai apa yang ingin di utarakan oleh Rizwan ke Presiden Amerika, mending nonton ke bioskop aja karena hal itu masih mengandung spoiler dan tentu tidak akan saya ungkapkan disini. lagian, film ini masih hangat-hangatnya lho di bioskop.


Setelah sekian banyak film yang bertemakan runtuhnya WTC tahun 2001 lalu salah satunya diwakili oleh United 93 dan WTC, praktis hanya film ini yang memiliki pandangan berbeda bahwa tidak semua orang muslim yang berwajah asia terutama daerah timur tengah itu teroris. seperti pesan ibunya saat peristiwa perang antara islam dan hindu meletus di India yang berbunyi "hanya ada dua macam insan didunia ini, yaitu orang yang melakukan kebaikan dan yang satunya adalah orang yang melakukan kejahatan", dan lewat film ini pula sebuah paradigma tentang konsep teroris, jihad, dan islam yang mengakar di benak setiap warga amerika sedikit-demi-sedikit mulai berubah, namun dengan plot seperti ini film yang sutradarai oleh Karan Johar yang pernah sukses membuat Kuch Kuch Hota Hai ini menjadi sangat sensitif. dan terbukti dengan raihan Box Office-nya untuk sekelas film hollywood sangat memprihatinkan. Namun berhasil mencetak rekor film India dengan opening tertinggi baik waktu diputar di Amerika, Inggris, maupun Jerman.

"Dengan arahan sutradara andal Karan Johar dan musik pengiring yang menggugah oleh Shankar, Ehsaan & Loy, Khan membuat kita mudah meneteskan air mata seraya mengajarkan kita mengenai Islam dan toleransi," surat kabar Times.

Dari sektor teknis, seperti biasa chermistry SRK (Shah Rukh Khan) dan Kajol sangat pas dan merupakan pasangan ideal seperti yang mereka tunjukkan dalam film Kuch Kuch Hota Hai, Kabhi Kushi Kabhi Gham, dan Dilwale Dulhania Le Jayenge. cara bertutur SRK yang khas dipandu dengan Kajol yang kali ini terlihat makin prima membuat cerita film sepanjang 161 menit ini tidak membosankan meski beberapa adegan memang terlihat dipanjang-panjangkan, gaya penuturan film yang naskahnya di tulis oleh Shibani Bathija ini tampak beda dari film Bollywood lainnya yaitu dengan mengurangi adegan tari-tarian dan tingkah laku bombastis dan berlebihan seperti yang sudah lazim dipraktekkan oleh sineas-sineas India pada umumnya. namun sang penulis tetap memakai jurus ampuh khas film Bollywood yang selalu sukses mengobrak-abrik perasaan penonton untuk ikut terbawa suasana haru yang dialami karakter dalam filmnya hingga kemudian berpotensi membuat banjir air mata di dalam bioskop hingga ending kredit keluar.

Well, karena gue meski sudah menyukai film Bollywood sejak dahulu kala namun baru pertama kali ini nonton film India lewat media bioskop apalagi untuk sekelas XXI, jadi gue masih menganggap film ini adalah salah satu film Bollywood terbaik yang pernah saya tonton dengan berbagai kelebihan diantaranya adalah pemain film ini adalah mega bintang Bollywood, di buat oleh patungan antara Darma Production dan  20th Century Fox, ceritanya nggak secetek film Bollywood lainnya, dan soundtracknya yang juga mengalun indah, serta yang terakhir adalah karena nontonnya di bioskop. btw bagi anda yang menyukai film Bollywood maka segeralah mengunjungi bioskop terdekat di kota anda, dan bagi yang tidak suka namun hanya ingin punya pengalaman nonton film Bollywood gue sarankan tontonlah film ini.

Cast :
Shahrukh Khan as Rizwan Khan
Kajol as Mandira
Jimmy Shergill as Rizwan’s brother
Zarina Wahab as Rizwan’s mother
Tanay Chheda as Rizwan Khan (Kecil)
Christopher B. Duncan as President Barack Obama
Jennifer Echols as Mama Jenny
    Director : Karan Johar
    Durasi : 161 Menit
    Official Site : http://www.mynameiskhanthefilm.com
    The Theater : http://www.21cineplex.com
    My Name Is Khan Memorabel Quote :
    Rizwan Khan : "My Name Is Khan, But I Am Not The Terorist"
    My Name Is Khan Movie Scene Gallery :
    Related Posts with Thumbnails
    top