Showing posts with label February 2010. Show all posts
Showing posts with label February 2010. Show all posts

Movie Review : Confucius (2010)


CITO 21, Row A-8, Studio 2, Wednesday March 17th 2010, Time 12.00, IDR 15.000
-----------------------------------------------------------------------------------------------

Well, Minggu ini adalah puncak tentang apa yang tidak kupercaya untuk datang dan kemudian berlalu. pada awalnya hanya berniat untuk liburan sejenak karena nunggu dosen belum ketemu2 hingga satu bulan sekaligus menghindari ancaman penyiksaan yang akan menimpa diri saya karena pada tanggal 16 Maret kemaren atau pas dengan Hari Raya Nyepi bagi yang beragama Hindu, hari itu adalah hari Ulang Tahunku. jadi hari kamis kemaren saya sudah buru2 kabur pulang kampung daripada dijadiin tontonan gratis masyarakat Jawa 2 kan malu, btw berbicara tentang umur bolehlah angka umur kita bertambah namun perlu diingat pula disaat yang bersamaan usia dan jatah hidup kita akan selalu makin berkurang. meski pada minggu ini adalah minggu pailing kelam sepanjang tahun 2010, namun kok kumalah cuma tersenyum aja ya? entahlah yang jelas ada kejanggalan dalam hati saya bercampur aduk tapi setelah diolah menjadi bahan senyuman dan pelajaran menarik bagi saya pribadi. okelah kalo begitu (katanya The Warteg Band), hampir semua rencana ulang tahunku batal namun biar nggak ancur-ancur banget maka tadi siang nyoba nonton film di bioskop siapa tau bisa menjadi hiburan di hari ultah yang kelam ini. dari sekian judul yang nangkring di bioskop, saya memilih Confucius. kandidat kuat selain film ini adalah The Wolfman, namun kok kayaknya lebih keren Confucius ya? akhirnya saya memutuskan untuk nonton film yang dibintangi Cow Yun Fat ini.


Cast : Chow Yun Fat, Xun Zhou, Yi Lu, Jianbin Chen, Yu Lao, Kaili Zhang, Quan Ren, Huang Jiao, Ban Wang.
Director : Mei Hu
Release Date : 28 January 2010 (China)
Genre : Biography/Drama
Run Time : 130 Menit
Distributors : Beijing Dady Century Limited

Cerita film ini menitik beratkan tentang sepak terjang Kong Qiu (Fat)  pada tahun 551 SM yang pada awalnya hanyalah seorang miskin di kerajaan Lu, kemudian karena pendidikannya Kong atau yang kini kita kenal dengan Kong Fu Cu dia diankat menjadi menteri Hukum dan kemudian diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri. namun semakin naiknya pangkat Kong, Jendral Ji melihat ini sebagai ancaman untuk kelangsungan kerajaan Lu meski pada awalnya Kong berhasil menguasai 3 wilayah. dan kemudian Kong beserta murid kesayangannya merantau dari negeri satu kenegeri lainnya untuk menyebarkan paham konfusianisme, dan kemudian kembali ke kerajaan Lu untuk mengajarkan paham tentang filsafat sosial berkaitan dengan etika dan kesopanan keseluruh masyarakat.


Btw, dengan durasi yang lumayan panjang film ini pun berjalan begitu lambat. bisa dimaklumi memang, meski terbukti film ini sukses dijauhi penonton karena tadi pas nonton jumlah penonton untuk film ini hanya sekitar 10 orang saja (prihatin mode on). untuk urusan teknis, saya kok agak kurang begitu sreg dengan alurnya. yang lumayan bagus adalah petuah2nya serta ketulusan Kong dalam mengajarkan ilmunya kepada orang lain beserta murid2 setianya yang rela berkorban demi gurunya ini, selain itu akting Cow Yun Fat disini sangat baik. yang bikin penasaran adalah pemeran ratu Wei yang cantik banget (serius, dia cantik banget di film ini). selain akting, visualisasi film ini terlalu kusam layaknya film mongol serta dengan special effect yang tanggung dan sangat terlihat banget bohongannya.

Finally, film ini bagi saya kurang menghibur karena sejatinya memang bertujuan memberikan pemahaman bagi penontonnya. yang menghibur pas nonton film adalah pasangan pacaran muda-mudi disebelah saya yang mulai bercinta sejak film dimulai. btw, pada akhirnya seberapa pun luka yang masih terasa perih ini, hidup harus tetap berlanjut dan biarlah menjadi sejarah yang tak perlu dihapus namun sebagai tamparan supaya kedepan kita menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya, well moment yang pas dengan ultah kali ini. dan semoga sukses..
Well, akhirnya pergelaran oscar kelar juga. banyak yang unpredictable ada pula yang sudah dirasa pasti menang, dari pada pusing mikirin tebak2an yang ternyata keliru maka nggak ada salahnya untuk nonton film yang sekiranya tidak terlalu membuat pusing kepala karena sangking ruwetnya jalan cerita seputar oscar dan film-film yang dilombakan. film-film berat seperti Up In The Air, Invictus, dan lain-lain mungkin memang berkualitas tinggi, namun tidak dapat dipungkiri pula bahwa film adalah seni yang dapat menghibur penontonnya. jadi biar nggak tambah mumet, film seperti itu untuk sementara waktu kutingglkan dimeja. btw dipilihlah film ini, sebuah film tentang mitology yunani yang anehnya digabungkan dengan sensasi modern ala Amerika. kalo boleh menilai awal sih film kayak beginian biasanya pol-polannya paling cuma dari segi special effect, namun khusus film ini pun oscar tak kunjung datang untuk memeberinya sebuah nominasi yang dimaksud dengan alasan bahwa pendaftaran sudah ditutup :D eniwey, saya sebelumnya kurang begitu paham tentang sejarah mitology yunani selain yang sudah populer semacam Medusa, Zeus, dan Hercules. namun akhirnya krisis pengetahuan tersebut hilang karena penjelasan temenku bernama Dany yang menjelaskan secara singkat namun singkat tentang sejarah tersebut, dan bahkan sampai perbedaan dengan beberapa sejarah yang mirip dengannya.

Cast : Logan Lerman, Brandon T. Jackson, Alexandra Daddario, Jake Abel, Sean Bean, Pierce Brosnan, Steve Coogan, Rosario Dawson, melina Kanakaredes, Catherine Keener, Kevin McKidd, Joe Pantoliano, Uma Thurman.
Director : Chris Colombus
Screenplay : Craig Titley (Screenplay) Rick Riordan (Novel)
Release Date : 10 February 2010 (Indonesia)
Run Time : 118 Menit
Distributors : Fox 2000 Pictures


The Review : sebelum berbicara tentang isi kandungan vitamin beserta racun dalam filmnya, marilah sejenak kuceritakan dulu kisahnya. btw Percy (Logan Lerman) yang sebelumnya adalah bocah sekolahan ternyata adalah salah satu anak dewa yunani yaitu Poseidon (kevin McKidd), well diapun dituduh mencuri senjata paling mahsyur yang pernah ada yang dibuat oleh Zeus (Sean Bean). jelaslah Percy bukan pencurinya, namun mau tidak mau harus berjuang bersama pelindungnya Grover dan anak dewi Athena yaitu Annabeth karena selain mengembalikan nama baiknya, dia juga harus menyelamatkan ibunya yang dicuri oleh Hades (Steve Coogan). eniwey, setelah selesai menceritakan plotnya saya ingin bercerita tentang pendapat saya untuk film ini. secara umum film ini menyenangkan untuk seukuran bocah SMP namun sangat menyakitkan untuk dicerna oleh orang dewasa, ceritanya berjalan datar dan monoton serta terlalu menggampangkan sesuatu. dimuali dari alasan para dewa beserta anaknya dan para penghuni makhluk ajaibnya memakai seragam Romawi, berlatih pedang-pedagangan hei watdehelisdet??? bukankah mereka dewa yang minimal bisa mengangkat batu hingga menagwang-awang diangkasa? apalagi Percy juga berasal dari dunia modern yang mahir bermain teknology canggih ya minmal bisa menggunakan senjata semisal bom-lah. dari inti cerita tentang curi-mencuri senjata kenapa Zeus begitu mudahnya memfitnah Percy yang masih anak ingusan? bukankah Zeus adalah dewa paling keren se-yunani yang minimal bisa nerawang siapa yang nyuri senjatanya, apalgi yg dicuri adalah miliknya sendiri yang biasanya terdapat hal-hal yang mudah dideteksi olehnya. acara jumpa pers antara Zeus dan Poseidon yang dilakukan sangat nggak masuk akal, karena kalo cuma mau bertemu dan cangkrukan ngobrolin tentang dunia kan bisa bertemu langsung di Olympus dari pada di pelabuhan. btw ternyata akses untuk masuk ke dunia para dewa yunani bukan di negara Yunani, melainkan di empire state building dan los angeles. parahnya itu di Amerika, okelah kalo begitu (dengan logat The Warteg Band, hehe) well, menurut kabar katanya karakter Percy seharusnya berumur 11 tahun eh malah disini berumur 17 tahun?? finally, banyak hal mengganggu memang namun film juga bukan tanpa kelebihan. yaitu sebagai hiburan belaka, nah kalo mau nyari yang serius tentang mitology yunani maka Clash Of The Titans yang dirilis tanggal 2 April depan haruslah ditunggu kedatangannya. i can wait..

Memorable Quote :
Chiron: Use this to defend yourself. It's a powerful weapon.
Percy Jackson: This is a pen.
Chiron: Only use it in times of severe distress.
Percy Jackson: This is a pen.
Score :
Cerita : 5/10 - Akting : 6/10 - Ending : 5/10 - Total : 6/10


Movie Scene Gallery :

Catatan Nonton Bulan February 2010


Well, setelah dibulan January libur nyambangin Bioskop, di bulan february ini gue sukses melahap beberapa film yaitu From Paris With Love, Edge Of Darkness dan yang terakhir adalah My Name Is Khan yang sekaligus sebagai film Bollywood pertama yang gue liat dibioskop. juara tetap kusematkan kepada film terakhir yang dibintangi oleh Shah Rukh Khan tersebut. namun yang sangat disayangkan adalah belum sempatnya gue untuk nonton film Legion, The Wolfman, Valentine's Day, dan Percy Jackson And The Olympians : The Lightning Thief. Legion memang kurang begitu dinanti akibat masih terbayang oleh film Constantine yang ber-tone senada, Valentine's Day terlupakan karena memang sedang jomblo, khusus Percy Jackson sebenarnya mau nonton tapi beberapa reviewer menilai film ini standard-standard saja jadi saya malah menunggu versi home videonya saja, dan The Wolfman masih sedang diusahakan meski kayaknya sudah agak begitu terlambat. di luar tentang acara nonton, bulan ini Andre Harihandoyo And The Sonic People album Good Song For Your Soul, Mongkey To Millionaire album Lantai Merah, dan Endah N' Resha album Nowhere To Go menjadi teman ngeblog yang saya beli di salah satu toko music dan film di Surabaya Town Square. finally, urusan skripsi belum juga kelar padahal teman seangkatanku sudah mulai hilang satu demi satu, hingga nasib laporan KK pun juga belum selesai. btw, bulan Maret ini daftar film yang harus ditonton makin bertambah banyak diantaranya Alice In Wonderland, Green Zone, dan How To Train Your Dragon, tentang berita mundurnya jadwal rilis film Clash Of The Titans dari semula tanggal 26 Maret menjadi tanggal 2 April karena alasan diformat menjadi 3D memang terasa menyebalkan. secara pribadi saya cuma berpesan kepada pengelola bioskop untuk selalu lebih meng-update film-filmnya, supaya kasus The Book Of Eli dan The Lovely Bones yang hingga hari ini belum ditayangkan tidak terulang lagi, namun untuk beberapa judul lainnya yang bahkan lebih dahulu ketimbang di negera asalnya memang patut diacungi jempol..

Valentine's day CD Cover

Valentine's Day Synopsis : Anggota angkatan darat Kate (Julia Roberts) hendak berangkat dari Iraq menuju Los Angeles saat ia bertemu dengan Holden (Bradley Cooper), pria gay yang meliki kekasih seorang Atlit (Eric Dane). Pemilik toko bunga, Reed (Ashton Kutcher) melamar kekasihnya Morley (Jessica Alba) di saat sahabatnya Julia (Jennifer Garner) memiliki kekasih bernama Horrison (Patrick Dempsey) yang sebenarnya telah menikah. Seorang asisten bernama Liz (Anne Hathaway) bekerja di sebuah agensi terbesar dikota tersebut, berkencan dengan Jason (Thoper Grace). Ibu Julia, Estelle (Shirley Mclane) mengungkapkan perselingkuhannya dimasa lalu kepada suaminya Edgar (Hector Elizondo), sementara cucu mereka (Emma Roberts) menginginkan hubungan intim bersama kekasihnya. Lain halnya dengan Tyler Harrington (Taylor Lautner) dan Samantha Kenny (Taylor Swift), sepasang atlit muda yang sedang dimabuk cinta. Kara (Jessica Biel) merayakan hari kasih sayang tanpa kekasih, namun ia menikmati kebersamaannya dengan wartawan bernama Briggs (Jamie Foxx) 

Valentine's Day Movie Trailers
 
Release :12 february 2010
Artist : VA
Title : Valentine's Day
Label : Water Towers
Genre : Soundtrack

Track List :
01. OST Valentine's Day - Taylor Swift – Today Was A Fairy Tale
02. OST Valentine's Day - Michael Franti & Spearhead – Say Hey (I Love You)
03. OST Valentine's Day - Jools Holland & Jamiroquai – I’m In The Mood For Love
04. OST Valentine's Day - Willie Nelson – On The Street Where You Live
05. OST Valentine's Day - Sausalito Foxtrot – Everyday
06. OST Valentine's Day - Jewel – Stay here Forever
07. OST Valentine's Day - Ben E. King – Amor
08. OST Valentine's Day - Amy Winehouse – Cupid
09. OST Valentine's Day - Maroon 5 – The Way You Look Tonight
10. OST Valentine's Day - Joss Stone – 4 & 20
11. OST Valentine's Day - Diane Birch – Valentino
12. OST Valentine's Day - Nat King Cole – Te Quiero Dijiste
13. OST Valentine's Day - Taylor Swift – Jump Then Fall
14. OST Valentine's Day - Black Gold – Shine
15. OST Valentine's Day - Steel Magnolia – Keep On Lovin’ You
16. OST Valentine's Day - Leighton Meester Feat. Robin Thicke – Somebody To Love
17. OST Valentine's Day - The Bird & The Bee – I’m Into Something Good
18. OST Valentine's Day - Anju Ramapriyam – Signed Sealed Delivered I’m Yours

Note : Moment tanggal 14 february memang pas untuk perilisan sebuah film romantis, tak ayal film yang dibintangi oleh belasan artis-artis top dunia ini langsung tancap gas naik ke tangga box office nomer satu di minggu pertama pemutarannya. namun yang sangat disayangkan datang dari sektor soundtrack yang seharusnya diisi oleh lagu yang bernuansa "lebih muda" malah sedikit hilang disini, hampir semua lagu dalam album ini bergenre jazz dan easy listening klasik era 70-an. tidak semua memang, dan lagu paling menyegarkan dan lebih modern tentunya adalah track pertama dari Taylor Swift yang berjudul "Today Was A Fairy Tale" dan Stell Magnolina yang berjudul "Keep On Lovin' You". bagi yang sedang dimabuk cinta, dan mempunyai pandangan bahwa moment kasih sayang bukan cuma tanggal 14 di bulan February maka album ini wajib anda miliki. kecuali anda memang kurang menyukai genre musiknya.

Free Download MP3 OST Valentine's Day 2010 :


Pesan Dari Arbes-TV : Lagu Mp3 yang anda Download hanyalah sebagai Review, hargailah karya mereka dengan membeli CD Asli dari OST Valentine's Day.

Get 4Shared Premium!

"Legenda Pertempuran Antara Bawang Merah Dan Bawang Putih Di Negeri Dongeng Yang Indah Dan Nyentrik"

SUTOS XXI, Row A-9, Studio 6, Date 04 Maret 2010, Time 12.15 WIB, Rp 25.000
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Alice In Wonderland Review : Seperti biasa di bulan Maret ini mulai banyak film yang berkualitas atau minimal menghibur datang sebagai pemanasan menjelang pesta film musim panas tahun 2010 yang akan digelar bulan Mei depan, judul yang populer datang mulai dari Alice In Wonderland baik untuk 2D, 3D, RealD, dan IMAX 3D, Green Zone, Clash Of The Titans yang juga memakai 2 format (2D dan 3D), How To Train Your Dragon (2D/3D/RealD/IMAX3D),  Remember Me, dan Runaway. apalagi ditambah datangnya film Shutter Island yang memang telat masuk bioskop kecuali bioskop di wilayah kota Jakarta, well hari ini salah satu judul yang saya sebutkan diatas sudah dirilis yaitu Alice In Wonderland 3D. Film ini sekaligus film keempat yang saya tonton dibioskop sepanjang tahun 2010 hingga hari ini, sebelumnya ada Edge Of Darkness, From Paris With Love, dan My Name Is Khan minggu lalu. sebelumnya saya pribadi sebagai penggemar film juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak bioskop untuk beberapa judul film tertentu dirilis mendahului negara asalnya (Hollywood) karena setau saya film Alice In Wonderland ini di Amerika masih dirlis tanggal 5 Maret 2010, sedangkan Indonesia hari ini (4 Maret 2010) sudah tayang.

Diluar masalah film, duit buat hidup sebagai anak kostn semakin menipis saja. bahkan ini saya saya bela-belain nonton karena faktor penasaran, apalagi perilaku ibu kost beberapa hari ini semakin ganjil dan tidak masuk akal membuat semua penghuni kosn jawa 2/12 nggak betah hingga ada yang mau pindah segala.

membicarakn Alice kurang lengkap pula rasanya bila tidak membicarakan tentang trend booming film berformat 3D semakin menggila saja, untuk tahun ini film Alice In Wonderland menjadi film pertama yang kemudian di susul oleh How To Train Your Dragon dan Clash Of The Titans di bulan april. beberapa film lain bahkan sedang berbondong-bondong mengusung filmnya menjadi tayangan khusus untuk bioskop 3D, RealD, dan IMAX 3D, yang unik adalah beberapa judul seperti Step-Up 3, Saw VII, dan Piranha juga ikut-ikutan memakai format yang mengharuskan penontonnya memakai kacamata khusus ini. jelas hal tersebut merupakan ide yang dangkal meski dengan alasan ingin mengeruk untung lebih mengingat ticket untuk bioskop 3D memang jauh lebih mahal, karena toh 3D tetap memiliki nilai minus yaitu bagi mereka yang belum fasih dalam bahasa inggris wabil khusus listeningnya. 

"You've got a very important date" 

kembali ke Alice, bahagia adalah kata yang tepat untuk menandakan bahwa proyek ini berada pada tangan yang tepat. ya Tim Burton dengan segala keunikannya yang gelap dan nyentrik akan membawa kita ke dunia Wonderland seperti yang telah dia buktikan sebelumnya, dan bahkan film ini seakan-akan merupakan penggabungan dari berbagai film yang pernah dibuat olehnya mulai dari Sleepy Hollow, Nightmare Before Christmas, Copse Bride, Charlie And Chocolate Factory, dan Sweney Todd. lebih menggembirakan lagi adalah lagi-lagi aktor dan aktris langganan Tim ikut tampil disini, yaitu Depp yang merupakan proyek ke tujuhnya bersama Tim, ada pula Helena yang merupakan istri Tim sendiri. jadi wajarlah bila saya berharap banyak terhadap film ini, tentunya teknology 3D juga mengtrol saya untuk bilang bahwa film ini layak dinanti.


Sedikit Sinopsis yang saya ambil dari situs resmi 21cineplex, Alkisah Kingsleigh Alice (Mia), 19 tahun, menghadiri pesta di Victoria Estate London setelah kematian ayahnya tercinta. Disana, tanpa sepengetahuan Alice, sebuah pesta pertunangan telah direncanakan oleh ibu dan saudara perempuannya. Saat seorang pemuda sombong dan membosankan, Hamish Ascot melamar Alice di gazebo dan disaksikan ratusan warga dari berbagai jenis, perhatian Alice justru tertuju pada kelinci berbintik putih yang mengenakan rompi dan arloji saku. Dalam keterkejutan dan kebingungan, ia berlari ke dalam labirin mengikuti si Kelinci Putih, hingga ia terjatuh ke dalam lubang menuju negeri Underland, di mana ia telah mengunjunginya sepuluh tahun yang lalu, tetapi ia tidak mengingatnya tetapi penduduk dari dunia sihir mengingatnya dan merindukannya. Di Wonderland, ia bertemu kembali dengan teman-teman masa kecilku, termasuk Mad Hatter, (Depp) yang memberitahukan Alice bahwa mereka membutuhkan bantuannya menyingkirkan Ratu Merah (Helena), yang telah merebut Wonderland dari adiknya, Ratu Putih (Anna). Alice mulai beraksi tubuhnya mulai membesar dan mengecil dalam petualangan menemukan jati dirnya sekaligus menyelamatkan Wonderland beserta teman-temannya

setelah lama menunggu dan penasaran sekaligus takjub sewaktu nonton trailernya, akhirnya saya nonton juga film ini. saya memang lebih mengutamakan yang 3D karena penasaran dengan adegan-adegan yang ditampilkan dalam trailernya, namun entah karena ekspektasi saya terhadap film ini terlalu besar saya kemudian menilai film ini biasa-biasa saja. untuk ukuran Tim, cerita yang dibangun kurang punya isi yang bergizi apalagi dilengkapi oleh vitamin dan mineral yang cukup untuk bertahan menit demi menit hingga ending kredit kelar. cerita film ini terlalu digampangkan, bahkan adegan perang yang ditunggu-tunggu di sebuah lapangan yang sekilas mirip bidak catur dengan pasukan kartu reminya yang komikal dan seekor naga yang sangat buas ternyata kurang berkesan. mungkin masalah selera sih, sisi subyektifitas berpengaruh disini. kredit khusus untuk effect 3D-nya yang menurut saya tidak begitu tampil baik, bahkan awal film hingga sebelum Alice jatuh ke Wonderland sama sekali tidak memakai tekonology 3D. karena waktu itu saya melepas kacamata dan ternyata layar bioskop jernih, kan kalau ada effect 3D biasanya layar bioskop blur.

Alice In Wonderland Movie Quote :
The Mad Hatter : What a regrettably large head you have. I would very much like to hat it. I use to hat The White Queen, you know. Her head was so small.
The Red Queen : It's tiny. It's a pimple of a head.

The Mad Hatter : There is a place. Like no place on Earth. A land full of wonder, mystery, and danger! Some say to survive it: You need to be as mad as a hatter.
The Mad Hatter : Which luckily I am.

Alice Kingsley : This is impossible.
The Mad Hatter : Only if you believe it is.

The Red Queen : Off with their heads!

untuk urusan teknis, akting Johnny Depp seperti memang nggak perlu diraguka lagi karena sangking seringnya bermain-main di wilayah karakter-karakter nyeleneh semacam kapten Jack Sparrow dalam film Pirates Of The Caribbean. tentu juara akting dipegang oleh Red Queen yang diperankan oleh Helena Bohnam Carter, saya suka dengan tata riasnya yang banyak dibalut oleh CGI. untuk pemeran Alice lumayan baik meski untuk beberapa adegan nampak kurang menguasai akting, dan yang lucu menurut saya datang dari si kembar Tweedlee/Tweedledum dan White Queen, mengapa White Queen? tak lain karena perilakunya yang memang di buat bak orang yang kecanduan balet dengan tangannya yang selalu melayang-layang. finally, film ini memang sangat unggul dibagian effect imajinasi saja bagai Tim membentuk dunia Underland dengan sangat komikal namun indah dan nyata. begitu pula dengan seluruh isi istana Red Queen yang semuanya membentuk hati, bahkan tempat tiang gantungan plus kapak milik sang eksekutornya pun berbentuk hati yang lucu.

Well, Alice In Wonderland adalah penanda film pertama yang saya tonton di bulan Maret ini, tinggal nunggu Green Zone dan How To Train Your Dragon 3D minggu depan.

untuk film ini saran saya, bagi yang tidak begitu menguasai bahasa inggris mending nonton yang 2D saja. karena film ini lumayan banyak dialognya, selain itu effect 3D-nya kurang begitu menohok mata. btw selera pribadi masing-masing orang memang beda jadi tontonlah filmnya dibioskop karena bagi saya film ini bukannya jelek namun semata-mata karena pengharapan saya saja yang terlalu tinggi terhadap film ini.Alice In Wonderland 

Alice In Wonderland Featurette Video

Cast :
Johnny Depp : Mad Hatter
Helena Bohnam Carter : Red Queen
Anna Hathaway : White Queen
Mia Wasikowska : Alice
Crispin Glover : Stayne/Knave Of Heart
Matt Lucas : Tweedledee/Tweedledum
Stephen Fry : Cheshire Cat
Michael Sheen : White Rabbit
Alan Rickman : Blue Caterpillar
Barbara Windsor : Dormouse
Paul Whitehouse : March Hare
Timothy Spall : Bayard
Marton Csokas : Charles Kingsleigh
Tim Pigott-Smith : Lord Ascot

Genre : Adventure, Family, Fantasy,
Director : Tim Burton
Writer :
Linda Woolverton (Screenplay)
Lewis Carroll (Books)
US Release : 5 Maret 2010
Distributors : Walt Disney Pictures
Duration : 108 Menit

Alice In Wonderland Scene Gallery :

OST My Name Is Khan (2010)

My Name Is Khan CD Cover

My Name Is Khan Synopsis : Film dimulai saat seorang anak, Rizwan Khan (Tanay Chheda), seorang muslim yang mengidap sindrom Asperger, hidup bersama ibunya (Zarina Wahab) di wilayah Borivali di Mumbai. Saat ia dewasa (Shahrukh Khan), Rizwan pindah ke San Fransisco dan hidup bersama adik dan iparnya. Selama disana, ia jatuh cinta kepada Mandira (kajol). Mereka menikah dan memulai usaha Setelah peristiwa 9/11, Rizwan dan Mandira mulai menghadapi beberapa kesulitan. Dimulai dari sebuah tragedi, mereka berpisah. Ingin kembali memenangkan hati istrinya, Rizwan melewati sejumlah petualangan diberbagai negara bagian di Amerika

Release : 12 February 2010
Artist : Varioust
Album : OST My Name Is Khan
Track List :
1. OST My Name Is Khan - Sajda
2. OST My Name Is Khan - Noor E Khuda
3. OST My Name Is Khan - Tere Naina
4. OST My Name Is Khan - Allah Hi Rahem
5. OST My Name Is Khan - My Name Is Khan Theme
6. OST My Name Is Khan - Rang De
Bonus Track On CD
1. OST My Name Is Khan - Alka Yagnik, Udit Narayan - Kuch Kuch Hota Hai
2. OST My Name Is Khan - Alka Yagnik, Sonu Nigam - Suraj Hua Madhham
3. OST My Name Is Khan - Sonu Nigam - Kal Ho Naa Ho
4. OST My Name Is Khan - Sonu Nigam, Alka Yagnik - Kabhi Alvida Na Kehna

Note : Tidak banyak film produksi dari India yang diputar di bioskop besar nasional beberapa tahun ini, dan film ini salah satu yang menggebrak. cerita filmnya memang menyentuh khas film Bollywood lainnya yang ampuh mengobrak-abrik perasaan dan sukses menguras air mata penonton, yang beda disini adalah gaya penuturannya yang lebih rapi dan tidak ada adegan nyanyi-nyanyi seperti biasanya meski lagu dalam album ini (kecuali bonus track) tetap mengiringi adegan filmnya. untuk sebuah OST produksi dari India, album ini bener-benar tidak mengecewakan dan menyatu dengan jiwa filmnya yang mempertanyakan tentang keadilan dan tindakan rasialis kaum barat terhadap warga asia dan dipadu dengan kisah cinta yang bagusnya meski tetap mendayu-dayu namun tidak terlalu lebay dan bombastis. bagi anda yang suka dengan berbagai jenis musik, terutama dari ranah asia album ini sangat cocok  untuk dikoleksi kecuali bila anda merasa malu dan panas ketika ada beberapa teman di sebelah anda bilang lagu india itu cupu dan nggak gaul blass. anda boleh melewatkan album ini, namun perlu diketahui bahwa film ini laris ditonton di Amerika dan film ini memang dibuat oleh gabungan antara Bollywood dan Hollywood.

Download MP3 OST My Name Is Khan :


Pesan Dari Arbes-TV : Lagu Mp3 yang anda Download hanyalah sebagai Review, hargailah karya mereka dengan membeli CD Asli dari OST My Name Is Khan.

Get 4Shared Premium!Get 4Shared Premium!

Wisata Pantai Pasir Putih Situbondo Jawa Timur

Untuk sejenak menghilangkan penat dihari libur 27-28 February 2010..

dan bersiap kembali ke kampus untuk menuntaskan perjuangan, nonton film lagi, dan ngeblog lagi..

Bukan karena pemandangan yg indah yg bisa menenangkan jiwa dan menghilangkan semua masalah yg ada, namun dengan mendekatkan diri kepada Allah kita akan mendapatkan petunjukNya..[Sebuah Renungan]

Movie Box Office 19 - 21 February 2010




Box Office 19-21 February 2010
01. Shutter Island : $ 40.200.000
02. Valentine's Day : $ 17.140.000
03. Avatar : $ 16.100.000
04. Percy Jackson And The Olympians : The Lghtning Thief : $ 15.300.000
05. The Wolfman : $ 9.846.000
06. Dear John : $ 7.300.000
07. Tooth Fairy : $ 4.500.000
08. Crazy Heart : $ 3.025.000
09. From Paris With Love : $ 2.500.000
10. Edge Of Darkness : $ 2.210.000

Note : Shutter Island langsung merajai Box Office diawal pemutarannya, tema yang lumayan berat rupanya bukan penghambat bagi film ini untuk sukses. kunci sukses lainnya adalah Martin Scorses dan Leonardo DiCaprio yang aktingnya memang tidak usah dipertanyakan lagi. well, tanpa terasa tahun 2010 sudah beranjak meninggalkan bulan February, dan pemenang untuk ukuran Box Office masih dipegang oleh The Book Of Eli yang sialnya belum sempat diputar di bioskop tanah air. terakhir, film Avatar rupanya menjadi biang keladi penggondol Box Office sepanjang massa dan James Cameron lah yang mempopulerkannya. selamat!

Movie Review : My Name Is Khan [2010]


"My Name Is Khan, But I Am Not The Terorist"


SUTOS XXI, Row D-8, Studio-6, Date 15 Feb 2010, Time 12.15-14.55 WIB, Rp 20.000;
------------------------------------------------------------------------------------------------

Review : Hari jum'at Tanggal 12 bulan february tahun 2010 ini sebenarnya terdapat empat film besar dari Hollywood yang dirilis secara serentak di USA dan begitu juga negara kita Indonesia, ada Percy Jackson And The Olympians : The Lightning Thief, Valentine's Day, The Wolfman, dan My Name Is Khan. Kesemuanya adalah film berkualitas dan menghibur. Seperti biasa untuk bulan february, Film romantis yang dulunya dipegang oleh Will Smith dalam film Hitch kini di kuasai Valentine's Day yg juga menggebrak dengan langsung bertengger di puncak Box Office, ada pula film Horror yang sebelumnya di pegang oleh Constantine-nya Keanu Reeve dan remake Friday The 13th-nya Michael Bay yang kini di handle oleh Benicio Del Toro dalam film The Wolfman, dan yang terakhir adalah film Bollywood yang mulai dilirik oleh masyarakat Amerika pasca kemenangan mutlak Slumdog Millionaire tahun lalu yang kini di pegang oleh Shah Rukh Khan dalam film tentang drama pasca 9/11 berjudul My Name Is Khan. namun meski keempat film diatas dirilis serentak ditanah air, pilihan saya tetep jatuh ke film terakhir yaitu My Name Is Khan yang sudah menyihir dan membuat saya jatuh hati sejak pertama kali melihat movie trailernya di sebuah situs khusus trailer.

Eniwey, lewat pilihan nonton film My Name Is Khan inilah gue pertama kalinya dalam sejarah nonton film India di bioskop, seru juga namun yang membuat gue tersenyum sekaligus merasa ilfil adalah kebanyakan yang nonton film ini adalah dari kaum ibu-ibu dan bapak-bapak untuk kategori dewasa apalagi remaja daftarnya makin sedikit, meski bila dihitung gender pria adalah yang terbanyak ketimbang perempuan. tapi whatever-lah, karena untuk sekelas My Name Is Khan bagi saya lebih baik ketimbang lelah ngantri film  nusantara yang kebanyakan berkutat di sekitar komedi vulgar dan horror beraroma seks yang hanya menjual aurat. diluar demografi film Bollywood diatas, kesan saya terhadap film ini adalah banyak diantara penonton (dan mungkin juga dengan saya sendiri) berkaca-kaca setelah keluar dari bioskop pas filmnya sudah bubar, hmm this is Bollywood movie people! he.. nah selain nonton film, gue tadi juga mampir beli CD Audio baru di Disctarra dan sukses membawa pulang CD Endah N' Resha album Nowhere To Go dan Andre Harihandoyo And The Sonic People album Good Song For Your Soul yang memang sudah saya incar beberapa minggu yang lalu sebagai teman saat ngeblog dan nggarap skripsi di kosn.


Balik lagi ke film, My Name Is Khan dimulai saat Rizwan Khan (Shah Rukh Khan), yang diperiksa petugas bandara karena dicurigai sebagai teroris yang diakhiri dengan pernyataan Rizwan atas keinginannya untuk bertemu dengan presiden Amerika Serikat, kemudian cerita beralur mundur saat Rizwan masih kecil (Thanay Chheda) seorang muslim yang mengidap sindrom Asperger, hidup bersama ibu (Zarina Wahab) dan adiknya (Jimmy Shergill) di wilayah Borivali di Mumbai. Saat ia dewasa (Shah Rukh Khan), Rizwan pindah ke San Fransisco dan hidup bersama adik dan iparnya. Selama disana, ia bekerja sebagai sales obat kecantikan di perusahaan milik adiknya yang sudah menikah dengan Haseena (Sonya Jehan) seorang dosen psikologi dan merupakan orang pertama yang merasakan "keanehan" tingkah Rizwan. Rizwan kemudian jatuh cinta kepada Mandira (Kajol) seorang janda, yang beragama hindu sekaligus pengusaha salon yang terkenal. Kemudian mereka menikah dan mengembangkan usaha, namun setelah peristiwa 9/11, Rizwan dan Mandira mulai menghadapi beberapa kesulitan. Dimulai dari sebuah tragedi rasialis yang kemudian membuat mereka berpisah. Ingin kembali memenangkan hati istrinya, Rizwan melewati sejumlah petualangan salah satunya adalah bertemu dengan Mama Jenny (Jennifer Echols) yang beragama kristen di sebuah kota kecil yang damai dan keinginannya untuk bertemu presiden USA berjalan dengan penuh rasialis dan kejam namun kemudian menjadi sorotan oleh sebuah wartawan TV yang berkeinginan untuk mengangkat profilnya hingga mempertemukannya dengan presiden Barack Obama (Christopher B. Duncan). mengenai apa yang ingin di utarakan oleh Rizwan ke Presiden Amerika, mending nonton ke bioskop aja karena hal itu masih mengandung spoiler dan tentu tidak akan saya ungkapkan disini. lagian, film ini masih hangat-hangatnya lho di bioskop.


Setelah sekian banyak film yang bertemakan runtuhnya WTC tahun 2001 lalu salah satunya diwakili oleh United 93 dan WTC, praktis hanya film ini yang memiliki pandangan berbeda bahwa tidak semua orang muslim yang berwajah asia terutama daerah timur tengah itu teroris. seperti pesan ibunya saat peristiwa perang antara islam dan hindu meletus di India yang berbunyi "hanya ada dua macam insan didunia ini, yaitu orang yang melakukan kebaikan dan yang satunya adalah orang yang melakukan kejahatan", dan lewat film ini pula sebuah paradigma tentang konsep teroris, jihad, dan islam yang mengakar di benak setiap warga amerika sedikit-demi-sedikit mulai berubah, namun dengan plot seperti ini film yang sutradarai oleh Karan Johar yang pernah sukses membuat Kuch Kuch Hota Hai ini menjadi sangat sensitif. dan terbukti dengan raihan Box Office-nya untuk sekelas film hollywood sangat memprihatinkan. Namun berhasil mencetak rekor film India dengan opening tertinggi baik waktu diputar di Amerika, Inggris, maupun Jerman.

"Dengan arahan sutradara andal Karan Johar dan musik pengiring yang menggugah oleh Shankar, Ehsaan & Loy, Khan membuat kita mudah meneteskan air mata seraya mengajarkan kita mengenai Islam dan toleransi," surat kabar Times.

Dari sektor teknis, seperti biasa chermistry SRK (Shah Rukh Khan) dan Kajol sangat pas dan merupakan pasangan ideal seperti yang mereka tunjukkan dalam film Kuch Kuch Hota Hai, Kabhi Kushi Kabhi Gham, dan Dilwale Dulhania Le Jayenge. cara bertutur SRK yang khas dipandu dengan Kajol yang kali ini terlihat makin prima membuat cerita film sepanjang 161 menit ini tidak membosankan meski beberapa adegan memang terlihat dipanjang-panjangkan, gaya penuturan film yang naskahnya di tulis oleh Shibani Bathija ini tampak beda dari film Bollywood lainnya yaitu dengan mengurangi adegan tari-tarian dan tingkah laku bombastis dan berlebihan seperti yang sudah lazim dipraktekkan oleh sineas-sineas India pada umumnya. namun sang penulis tetap memakai jurus ampuh khas film Bollywood yang selalu sukses mengobrak-abrik perasaan penonton untuk ikut terbawa suasana haru yang dialami karakter dalam filmnya hingga kemudian berpotensi membuat banjir air mata di dalam bioskop hingga ending kredit keluar.

Well, karena gue meski sudah menyukai film Bollywood sejak dahulu kala namun baru pertama kali ini nonton film India lewat media bioskop apalagi untuk sekelas XXI, jadi gue masih menganggap film ini adalah salah satu film Bollywood terbaik yang pernah saya tonton dengan berbagai kelebihan diantaranya adalah pemain film ini adalah mega bintang Bollywood, di buat oleh patungan antara Darma Production dan  20th Century Fox, ceritanya nggak secetek film Bollywood lainnya, dan soundtracknya yang juga mengalun indah, serta yang terakhir adalah karena nontonnya di bioskop. btw bagi anda yang menyukai film Bollywood maka segeralah mengunjungi bioskop terdekat di kota anda, dan bagi yang tidak suka namun hanya ingin punya pengalaman nonton film Bollywood gue sarankan tontonlah film ini.

Cast :
Shahrukh Khan as Rizwan Khan
Kajol as Mandira
Jimmy Shergill as Rizwan’s brother
Zarina Wahab as Rizwan’s mother
Tanay Chheda as Rizwan Khan (Kecil)
Christopher B. Duncan as President Barack Obama
Jennifer Echols as Mama Jenny
    Director : Karan Johar
    Durasi : 161 Menit
    Official Site : http://www.mynameiskhanthefilm.com
    The Theater : http://www.21cineplex.com
    My Name Is Khan Memorabel Quote :
    Rizwan Khan : "My Name Is Khan, But I Am Not The Terorist"
    My Name Is Khan Movie Scene Gallery :

    Movie Box Office 12-14 February 2010


     
    01. Valentine's Day : $ 52.410.000
    02. Percy Jackson And The Olympians : The Lightning Thief : $ 31.100.000
    03. The Wolfman : $ 30.627.000
    04. Avatar : $ 22.000.000
    05. Dear John : $ 15.300.000
    06. Tooth Fairy : $ 5.600.000
    07. From Paris With Love : $ 4.740.000
    08. Edge Of Darkness : $ 4.585.000
    09. Crazy Heart : $ 4.000.000
    10. When In Rome : $ 3.429.000

    Note : Yang pasti Valentine's Day memang sudah terprediksi bakalan sukses mengeruk untung dari moment tanggal 14 February tersebut, dengan barisan bintang muda dan tua yang membaur  menjjadi satu jalinan cerita yang bergenre drama-komedi-romantis terbukti ampuh mampu membungkam auman Monster Serigala dalam The Wolfman dimainkan oleh Del Toro yang hanya memangsa Box Office sebesar 30 juta saja. Malah The Wolfman bagaikan lari terbirit-birit karena dikalahkan oleh bocah Percy Jackson yang ternyata keturunan Dewa Yunani kuno, well Avatar yang sudah sukses menggeser Titanic ternyata sampai detik ini sepertinya belum kepikiran untuk turun dari tangga Box Office dengan masih mengantongi 22 Juta untuk minggu ini saja.. Awesome!!

    Movie Review : From Paris With Love [2010]


    From paris With Love Movie Poster

    "Two Agents.. One City.. No Merci" 

    SUTOS XXI, Row E-10, Studio-2, Date 09 Feb 2010, Time 14.35 WIB, Rp 20.000;
    -------------------------------------------------------------------------------------------------
    The Review : Sebenarnya saya nggak ada niat nonton film From paris With Love, namun karena kesalahan saat beli ticket yang seharusnya Legion lebih dulu baru setelah itu beli ticket Edge Of Darkness. kekacauan terjadi saat ticket Edge Of Darkness jam pertama sudah kadung dicetak dan ternyata waktu untuk nonton Legion tidak cukup, jadi kemudian saya putuskan untuk nonton film From Paris With Love hanya untuk mengisi waktu kosong. Terlepas dari film, kemarin saya juga beli CD audio group musik Monkey To Millionaire album Lantai Merah karena alasan tertarik dan penasaran setelah membaca review bagus tentang group musik ini dari Majalah Rollingstone Indonesia, barulah saya nonton film From Paris With Love. Jika mau menghitung, uang yang saya habiskan hari itu adalah 95 ribu rupiah. ajigile habisnya banyak juga ya..


    Film From Paris With Love bercerita seputar James Reece (Jonathan Rhys Meyers) yang bekerja sebagai Asisten Pribadi Duta Besar Amerika Serikat di Perancis. Pintar dan jago bermain catur, itulah kelebihannya, selama ini dia hanya mendapat tugas cetek seperti menukar plat mobil. Tnggal di apartemen bersama sang kekasih yang dicintainya, Caroline (Kasia Smutniak). namun semuanya berubah saat dia diharuskan untuk menjadi partner dari Charlie Wax (John Travolta), seorang agen senior. Perilaku Wax yang meski urakan dan kasar namun sangat jago berkelahi dan membunuh musuhnya  membuat Reece kaget, dan berniat untuk mengundurkan diri dari dunia ini. Namun kejutan dibelakang memaksanya untuk tetap menjalani kasus ini.

    Bagi saya, awal adegan dari film ini sangat tidak meyakinkan dan saya langsung berpikir negatif. Namun munculnya Wax yang sangat Amerika merubah semuanya menjadi aksi heroik ala “Die Hard” dari Bruce Willis yang berlebihan serta terkesan tidak masuk akal seakan semuanya mudah bagi Wax dan Wax pun seperti superhero yang tidak pernah lecet, luka, dan dia juga anti peluru, bahkan kesan perancis di film ini juga seketika hilang. Yang menarik adalah keputusan Wax untuk menembak teman Caroline cukup mengejutkan seperti film “Taken” yang kebetulan juga di meja makan dan oleh sutradara yang sama, scene penduduk kumuh seperti dalam film “B13” [yang juga karya Luc Besson], dan adegan di jalan tol yang mirip dengan ending film “The Kingdom” tahun 2007 lalu menjadi warna action seru nonstop dari film ini. Akhir kata, John Travolta memang sangat cocok memerankan orang yang gagah apalagi menjadi tokoh penjahat [ingat film “The Taking Pelham 123” tahun 2009 lalu] dan untuk ukuran Luc Besson [sutradara], film ini masih lebih baik dan lebih menghibur karena banyak adegan aksinya ketimbang B13.

    Hajar Dulu, Baru Ngobrol..

    Wah, tinggal menunggu kedatangan “The Wolfman”, “Valentine’s Day”, “My Name Is Khan”, dan “Percy Jackson And The Olympians : The Lightning Thief” minggu depan yang kebetulan keempat film tersebut dirilis pada tanggal yang sama yaitu 12 February 2010.

    Cast :
    John Travolta as Wax
    Jonathan Rhys Meyers as James Reece
    Kasia Smutniak as Caroline
    Ricard Durden as Ambassador Bennington
    Ying Bing as Mr. Wong
    Amber Rose Revah as Nichols

    Director : Luc Besson
    US Release Date : 5 February 2010
    Official Site : www.frompariswithlovefilm.com
    The Theater : www.21cineplex.com
    Movie Trailers
    From paris With Love Movie Quote :
    FBI agent Charlie Wax: Shoot the fucker.
    Richard Stevens: I'm not gonna shoot him Wax.
    FBI agent Charlie Wax: Next time I tell you to shoot the fucker, shoot the fucker!
    From Paris With Love Movie Scene Gallery’s :


    Movie Review : Edge Of Darkness [2010]

    "Some Secret Take Us To The Edge"

    SUTOS XXI, Row A-9, Studio-4, Date 09 Feb 2010, Time 12.30 WIB, Rp 20.000;
    ---------------------------------------------------------------------------------------------------
    The Review : Well, setelah lelah antri bayar SPP di Bank Jatim Rp 500.000 dan setelah nilai ujian UAS keluar. Herregistrasi, Siakad, dan mencari DPA adalah bagian paling menakutkan di kampus Universitas Jember, untung gue bukan mahasiswa FISIP atau FKIP yang menurut surat kabar musti ngantri sampai 7-8 jam dan untuk mengambil nomer antrian saja mereka harus mengambilnya jam 2 pagi. Eniwey, heran memang mahasiswa seperti gue masih belum juga lulus padahal sudah semester X alias sepuluh, entah kapan gue lulus namun yang jelas tahun ini harus segera lulus. Terlepas dari itu semua, relaksasi memang sangat dibutuhkan untuk saya pribadi apalagi banyak peristiwa aneh dan unik yang menimpa saya beberapa minggu yang lalu dan hingga hari ini pun saya belum menemukan titik terangnya, peristiwa tersebut datang mulai dari kisah isu pertunangan absurd dengan adik gue sendiri, ujian KK belum juga selesai, hingga masalah keuangan dan tanggung jawab saya terhadap keluarga. Film merupakan salah satu jalan keluar selain musik yang sudah setiap hari saya dengar, setelah absen selama satu bulan lebih tidak nonton film di bioskop maka hari ini saya ingin meluapkan hobi saya tersebut dengan menonton film “Edge Of Darkness”, “From Paris With Love”, dan rencananya sih sama Legion di XXI yang memang sejak akhir bulan january lalu saya tunggu, namun Legion batal karena kesalahan teknis dari gue sendiri. Sebelum bercerita lebih dalam tentang kualitas film tersebut, pertama saya akan kasih plot film “Edge Of Darkness” yang di bintangi oleh Mel Gibson ini.


    Jadi film ini bercerita tentang Thomas Craven [Mel Gibson], seorang veterean detektif pembunuhan di kepolisian Boston dan seorang ayah tunggal. Saat anak semata wayangnya, Emma [Bojana Navakovic], 24 tahun, dibunuh didepan mata kepala Thomas itupun di depan rumahnya sendiri, semua orang menduga bahwa Thomas-lah target utamanya. Thomas akhirnya mengetahui kehidupan putrinya serta pembunuhnya. Penyelidikan Thomas membawa kepada penyamaran, persekongkolan, dan pembunuhan, dan ini dibayangi Darius Jedburgh [Ray Winstone], orang yang ditugaskan untuk membersihkan semua bukti kejahatan. Usaha Thomas untuk mencari penyebab pembunuhan putrinya berubah menjadi petualangan yang penuh emosi.

    Apakah sekilas dari plot diatas langsung mengingatkan anda terhadap film “Taken” yang dibintangi Liam Nesson? Bila jawaban anda “ya” berarti saya tidak sendirian, tidak menjiplak memang, namun tema yang diusung oleh Mel Gibson dan Martin Campbell selaku sutradara yang pernah mencetak “Casino Royal” tahun 2006 yang lalu ini sama sekali tidak menawarkan sesuatu yang baru. Bedanya, kali ini baik ayah maupun anak meninggal semua. Dan yang baru disini hanyalah cara mengeksekusi pemain dengan gaya yang mengejutkan ini patut di acungi dua jempol, lihat kembali adegan putrinya sewaktu ditembak, teman Emma yang ditabrak mobil, dan rangkaian aksi di bagian ending sungguh membuat miris. Ending filmnya mengingatkanku kepada film The Departed. Well, Tidak dapat dipungkiri bahwa film ini membuat daftar film bertema balas dendam semakin bertambah banyak, meski secara filmis ceritanya buruk. Namun hal itu kembali kepada mood penontonnya, dan saya pribadi terhibur oleh film ini ketimbang memaksakan diri untuk tersenyum menikmati kegalauan hati satu minggu terakhir. So, saya sangat puas dengan film “Edge Of Darkness” ini dan juga “From Paris With Love” yang memang saya tonton dalam satu hari full.

    Cast : 
    Mel Gibson as Thomas Craven
    Ray Winstone as Jedburgh
    Denny Huston as Jack Benneth
    Bojana Novakovic as Emma Craven
    Shawn Roberts as David Burnham
    David Aron Baker as Milroy
    Jay O. Sanders as Whitehouse

    Director : Martin Campbell
    US Release Date : 01 February 2010
    Official Site : www.edge-of-darkness.warnerbros.com

    Edge Of Darkness Quote :
    Thomas Craven: [from trailer] You had better decide whether you're Hangin 'on the cross ... or bangin 'in the nails.
    Thomas Craven: Welcome to Hell!
    Senator Jim Pine: I am a United States senator!
    Jedburgh: By what standards?
    Thomas Craven: I'm a guy with nothin to lose!
    Thomas Craven: Fasten your seatbelt!
    Edge Of Darkness Movie Scene Gallery's:

    Related Posts with Thumbnails
    top